REDAKSI8.COM, BANJAR – Sektor pertanian di Kabupaten Banjar kembali menunjukkan capaian positif. Kelompok Tani Berkat Mufakat Mutiara yang tergabung dalam Brigade Pangan Gambut Putra berhasil melaksanakan panen raya perdana musim tanam tahun ini dengan produktivitas yang menggembirakan, yakni mencapai sekitar 5,3 hingga 5,5 ton gabah per hektar.
Panen raya yang berlangsung di Kecamatan Gambut, Sabtu (11/7/2026), menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat siklus tanam berikutnya. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi meningkatkan indeks pertanaman sekaligus mendukung program swasembada pangan yang terus didorong pemerintah.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar, Dinas Pertanian, serta perwakilan Tani Merdeka Indonesia (TMI) tingkat kabupaten dan provinsi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian di daerah.
Camat Gambut, Ramdani, menjelaskan panen kali ini dilakukan di lahan seluas sekitar tiga hektar yang ditanami varietas padi lokal unggulan.
“Alhamdulillah, hari ini dipanen sekitar tiga hektar dengan hasil perkiraan mencapai 5,3 hingga 5,5 ton per hektar untuk varietas lokal seperti Siam Brokut dan Siam Unus,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan. Pemerintah kecamatan bersama para petani juga tidak ingin kehilangan waktu setelah panen selesai.
Ia memastikan, lahan yang telah dipanen akan segera diolah kembali untuk memasuki musim tanam kedua menggunakan varietas padi IR (International Rice) yang memiliki masa tanam lebih singkat dan produktivitas yang tinggi.
“Setelah panen ini, lahan akan langsung dipersiapkan untuk penanaman tahap kedua. Target kami, intensitas panen di Kecamatan Gambut minimal bisa meningkat menjadi dua kali dalam satu tahun,” tegas Ramdani.
Langkah percepatan tanam tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, meningkatkan produksi beras daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Banjar di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

Keberhasilan panen ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita. Ia menilai hasil yang dicapai para petani merupakan bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh, hingga berbagai mitra mampu menghasilkan produktivitas yang baik.
Menurut Warsita, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian akan terus memberikan dukungan melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga percepatan masa tanam agar produktivitas pertanian terus meningkat.
“Pemkab Banjar melalui Distan akan terus mendukung langkah-langkah percepatan tanam seperti ini. Keberhasilan di Gambut selaras dengan program prioritas pemerintah daerah untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena mampu memberikan nilai tambah bagi petani melalui peningkatan hasil panen dalam satu tahun.
Komitmen mendukung petani juga datang dari Tani Merdeka Indonesia (TMI). Ketua DPD TMI Kabupaten Banjar, Hj. Helda Rina, menegaskan bahwa pendampingan kepada kelompok tani tidak hanya dilakukan saat masa tanam, tetapi juga mencakup proses budidaya hingga panen.
Menurutnya, keberhasilan Kelompok Tani Berkat Mufakat Mutiara menunjukkan bahwa sinergi antara petani, pemerintah, dan organisasi pendamping mampu menghasilkan produktivitas yang lebih baik.
“Keberhasilan hari ini membuktikan bahwa dengan pendampingan teknis yang tepat dan semangat gotong royong, petani bisa lebih sejahtera. Kami dari TMI Banjar siap terus mendampingi kelompok tani agar target tanam dua kali setahun benar-benar terwujud dan operasionalnya berjalan lancar,” ungkap Helda.
Sementara itu, Ketua DPW TMI Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, menilai keberhasilan yang diraih petani di Kecamatan Gambut layak dijadikan contoh bagi daerah lain di Kalimantan Selatan.
Ia menyebut Gambut memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi pangan yang mampu menopang kebutuhan beras di tingkat regional. Karena itu, produktivitas mencapai 5,5 ton per hektar menjadi indikator bahwa upaya peningkatan hasil pertanian berjalan ke arah yang positif.
“Gambut adalah lumbung pangan kebanggaan Kalimantan Selatan. Hasil panen 5,5 ton per hektar ini merupakan bukti nyata dedikasi para petani. DPW TMI Kalsel berkomitmen menjembatani kebutuhan petani dengan berbagai program strategis pemerintah agar ketahanan pangan daerah semakin kuat dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai,” tutup Alin.
Keberhasilan panen raya perdana di Kecamatan Gambut diharapkan menjadi awal yang baik bagi musim tanam berikutnya. Dengan percepatan penanaman, optimalisasi lahan, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, Kabupaten Banjar optimistis mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Selatan.



