Membeludaknya para pengunjung ini ternyata membuat Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru semakin bertambah, sebab banyak fasilitas yang dikhawatirkan akan menjadi rusak.
Alhasil, agar fasilitas bermain tetap terjaga, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menginstruksikan bahwa taman ramah anak ini ditutup sementara.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, Abdussamad mengatakan, penutupan taman ini sebenarnya dilakukan untuk membendung pengunjung yang datang karena dikhawatirkan akan merusak permainan yang ada.
“Kami sedang meyiapkan mekanisme pengaturan jam kunjungan dengan pola tanda masuk yang terbatas jumlahnya dan lamanya kunjungan supaya lebih teratur,” ujarnya, Senin (13/1/25).
Abdussamad menjelaskan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru terkait dengan pengaturan lalu lintas serta parkir di sekitar taman agar tidak mengganggu lalu lintas.
“Kalau sudah siap perangkatnya nanti kami umumkan lagi berikut tata cara kunjungannya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Utilitas Disperkim Banjarbaru, Yusuf Khoiruddin juga menjelaskan, ditutupnya sementara Taman Van Ther Pijl ini dilakukan karena antusias pengunjung yang sangat tinggi.
“Maka ada beberapa fasilitas yang perlu kita jaga dan perbaiki guna memberikan rasa nyaman anak-anak ketika bermain nantinya,” ungkapnya.
Sehingga pada rapat nanti, pihaknya akan membahas jalan keluar seperti pemberlakukan tata cara masuk taman, parkir kendaraan roda dua dan roda empat.
“Untuk menanggulangi supaya kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
“Maka akan di berlakukan tata cara masuk taman dan parkir mobil maupun sepeda motor, ini yang perlu kami rapatkan bersama pimpinan,” tuntasnya.



