Penulis:
M. Mu’thi Azhari (NIM. 2310713210001), Muhammad Syarif (NIM. 2310713210005), Rizki Ardiana (NIM. 2310713110001), Kelvin (NIM. 2310713310003), Rosalia Wiratama (NIM. 2310713320002).

Mahasiswa Prodi Perikanan Tangkap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat
Pendahuluan
Teknologi penangkapan ikan merupakan bagian penting dalam kegiatan perikanan tangkap untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas nelayan. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan untuk menangkap ikan pelagis adalah purse seine atau pukat cincin. Alat tangkap ini bekerja dengan cara mengurung gerombolan ikan menggunakan jaring yang kemudian ditarik sehingga membentuk seperti kantong. Teknologi purse seine dikenal efektif dalam menangkap ikan pelagis yang hidup bergerombol di perairan laut. Penggunaan alat ini juga terus berkembang dengan dukungan teknologi navigasi, lampu penarik ikan, dan sistem penanganan hasil tangkapan di atas kapal.
Pengertian
Purse Seine merupakan alat tangkap berupa jaring lingkar yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis yang hidup bergerombol di permukaan atau dekat permukaan perairan. Alat ini memiliki beberapa bagian utama seperti badan jaring, sayap jaring, kantong, pelampung, pemberat, cincin, dan tali kolor yang berfungsi untuk mengerutkan bagian bawah jaring sehingga ikan tidak dapat keluar dari lingkaran jaring. Purse seine tergolong ke dalam salah satu alat tangkap aktif dengan skala penangkapan yang besar. Alat tangkap ini dapat menangkap beberapa ikan pelagis yang sedang bergerombol. Hasil tangkapan purse seine terdiri dari beberapa jenis ikan yaitu ikan lemuru, ikan layang, ikan tongkol, ikan cakalang dan lainnya (Supriadi, dkk., 2021). Purse seine atau pukat cincin juga sering disebut dengan jaring kolor dikarenakan pada bagian bawah terdapat tali yang berfungsi untuk menyatukan bagian bawah jaring saat penangkapan sedang berlangsung. Pembentukan kantong dilakukan dengan cara menarik tali kolor tersebut. Purse sein termasuk salah satu alat tangkap yang tergolong dalam kelompok jaring lingkar (Tangdipau, dkk., 2022).
Daerah Penangkapan (Fishing Ground)
Purse seine umumnya dioperasikan di perairan laut yang menjadi habitat ikan pelagis seperti ikan layang, tongkol, dan kembung. Daerah penangkapan biasanya berada di perairan lepas pantai yang memiliki kondisi oseanografi mendukung seperti arus, suhu, dan keberadaan plankton sebagai sumber makanan ikan. Daerah penangkapan ikan termasuk hal penting dalam kegiatan perikanan tangkap. Daerah penangkapan ikan yang potensial yakni suatu daerah yang mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang melimpah dengan kualitas serta kuantitas yang baik secara biologis (Wulandari, dkk., 2017).
Pelaku Pengoperasian Alat Tangkap
Teknologi purse seine digunakan oleh nelayan skala menengah hingga industri perikanan tangkap. Pengoperasian alat ini biasanya melibatkan satu kapal utama dengan beberapa awak kapal yang bertugas menurunkan jaring, menarik tali kolor, serta mengangkat hasil tangkapan ke atas kapal.
Waktu Pengoperasian
Pengoperasian purse seine sering dilakukan pada malam hari atau saat kondisi tertentu yang mendukung pengumpulan ikan, misalnya pada fase bulan tertentu. Perubahan fase bulan dapat mempengaruhi produktivitas penangkapan karena mempengaruhi distribusi dan perilaku ikan pelagis di perairan.
Alasan Penggunaan Alat Tangkap
Penggunaan purse seine dipilih karena alat ini memiliki efisiensi tinggi dalam menangkap ikan yang hidup berkelompok. Selain itu, teknologi ini mampu menghasilkan tangkapan dalam jumlah besar sehingga memberikan keuntungan ekonomi bagi nelayan serta mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
Cara Pengoperasian
Proses pengoperasian purse seine dimulai dengan pencarian gerombolan ikan menggunakan pengamatan visual atau bantuan alat navigasi. Setelah ikan ditemukan, kapal akan melingkari gerombolan ikan sambil menurunkan jaring. Selanjutnya tali kolor ditarik sehingga bagian bawah jaring mengerut dan membentuk kantong yang menjebak ikan di dalamnya. Ikan yang tertangkap kemudian diangkat ke atas kapal menggunakan alat bantu seperti power block dan selanjutnya dilakukan penyortiran, pencucian, pembekuan, dan penyimpanan di palka agar mutu ikan tetap terjaga. Pengoperasian alat tangkap purse seine biasanya menggunakan alat bantu berupa rumpon atau cahaya (lampu). Rumpon biasanya digunakan pada siang hari dan diletakkan di tengah-tengah untuk mengumpulkan ikan dengan alat tangkap utama yang mengelilinginya. Teknik pengoperasian purse seine menggunakan cahaya dapat dilakukan pada malam hari dengan teknik pengoperasian diawali dengan menyalakan lampu, mengetahui arah arus, penurunan jaring, penarikan tali kolor, penarikan tubuh jaring dan pengambilan hasil tangkapan (Efendy & Hafiludin, , 2024).
Kesimpulan
Teknologi penangkapan ikan menggunakan purse seine merupakan metode yang efektif untuk menangkap ikan pelagis yang hidup bergerombol. Pengoperasian alat ini melibatkan beberapa tahapan mulai dari pencarian gerombolan ikan, pelingkaran jaring, penarikan tali kolor, hingga penanganan hasil tangkapan di atas kapal. Dengan dukungan teknologi modern serta pengelolaan yang berkelanjutan, purse seine dapat menjadi salah satu teknologi perikanan tangkap yang mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan.



