REDAKSI8.COM, JAKARTA – Pasca memenuhi panggilan pihak kepolisian di Polda Metro Jaya hari ini, Senin (25/9/2023), Siskaeee mengakui keterlibatannya dalam kasus industri film dewasa di Jakarta Selatan baru-baru ini.
Ia mengaku terlibat dalam satu judul film dewasa yang berjudul Keramat Tunggak.
“Satu doang satu judul. Iya betul (Kramat Tunggakßred),” beber Siskaeee di Polda Metro Jaya kepada awak media.
Mengenakan setelan ketat crop top lengan panjang warna coklat, Siskaeee tidak menjelaskan lebih jauh mengenai keterlibatannya dalam film dewasa.
Ia hanya menyebutkan bahwa dirinya akan menyampaikannya nanti setelah pemeriksaan selesai, termasuk bayaran yang diterimanya.
“Aku nggak tahu persiapan pertanyaannya seperti apa saja, tapi yang pasti aku sudah menyiapkan diri dan bukti untuk aku berikan dan jelaskan kepada para penyidik,” katanya.
“Nanti (soal bayaran) aku bakal spill ke kalian dan aku bakal share setelah pemeriksaan,” sambungnya.

Sejumlah pembuat konten asusila dewasa di Jakarta Selatan berhasil ditangkap pihak kepolisian, Senin (11/9/2023).
Sebelumnya, para pembuat konten film bermuatan adegan asusila dewasa itu berjumlah 5 orang.
Kini kelima orang yang tergabung dalam industri rumah produksi atau production house (PH) konten film dewasa tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan Subdit 4 Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, kemudian dilakukan upaya penangkapan terhadap lima orang tersangka,” Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak, dilansir dari Tribatanews.polri.go.id, Senin (11/9/23).
Kelimanya memerankan peran yang berbeda. Mulai dari pemeran hingga pemilik tiga website berisi konten tersebut.
“Syuting film dalam video tersebut ada tiga tempat yaitu, studio 1 (Studio KBB) dan studio 2 (Studio KBS) Karya Bintang Studio) yang beralamat di Jalan Srengseng Sawah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan,” bebernya.
Adapun tiga website yang dijalani oleh kelima tersangka itu antara lain https://bossinema.com/, https://kelassbintangg.com/ dan https://togefilm.com/.
Tiga website itu diperkirakan sudah memproduksi sekitar 120 film.
film yang sudah diproduksi diupload ke website-website tersebut dengan cara berlangganan kepada para konsumennya.
Seluruh situs film dewasa tersebut sudah dimintakan untuk diblokir kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
“Sudah kita mintakan pemblokiran ke Kominfo,” tuturnya.
“Kita juga sudah mintakan juga pemblokiran rekening (rekening penampung untuk login ke website tersebut) kepada bank yang bersangkutan,” sambungnya.
Dari pengungkapan ini, Polisi menyita satu set alat syuting berupa kamera, tripod, lensa, speaker, lima hardisk dan flashdisk, lima ponsel, serta laptop dan komputer, dan dua TV.



