REDAKSI8.COM, BANJARBARU – SekretarisDaerah Kota Banjarbaru Said Abdullah berpendapat, salah satu cara menanggulangi para korban penyalahgunaan obat-obat terlarang dengan melalui pendekatan agama.
Itu disampaikannya saat Rapat Konsolidasi Kota Tanggap Ancaman Narkoba di Fave Hotel Banjarbaru pada hari ini, Selasa (26/09/2023).

Katanya, urusan penyalahgunaan obat terlarang jenis Narkotika begitu urgen. Sebab, jaringan penyalurannya sudah dilevel internasioanl, bukan jaringan nasional.
“Kami sangat komit untuk mengatasi narkotika dan akan melakukan penyadaran kepada masyarakat,” tegasnya.
Pihak pemkot sambung Sekda ingin menggunakan metode yang berbeda dalam menanggulangi masalah tersebut, yakni dengan pendekatan agama.
“Kami percaya pendekatan terbaik adalah melalui agama. Ketika manusia takut dengan akhirat, maka semuanya akan dia takuti untuk melakukan kesalahan,” ujarnya.
Kepala Badan Narkotika (BNN) Kota Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta menambahkan, edukasi kepada masyarakat begitu dibutuhkan, sebab yang dihadapi bukan lagi pemakai, melainkan penjual dan pengedar jaringan internasional.
“Provinsi Kalsel masuk dalam 5 besar pengguna narkotika secara nasional dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Untuk itu dperlukan program-program informasi dan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya
Selain pemerintah, kepolisian dan lembaga terkait turut ambil bagian dalam acara tersebut.
Disana mereka (pemerintah dan aparat<-red) membahas upaya-upaya peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap jaringan narkoba yang merajalela.



