REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menegaskan kembali pentingnya penguatan kewaspadaan dini masyarakat dalam menghadapi potensi konflik sosial, terutama di tengah keberagaman budaya, agama, dan latar belakang sosial yang ada di wilayah tersebut.
Penekanan ini disampaikan dalam kegiatan Fasilitasi Pembina dan Penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kabupaten Banjar serta Peningkatan Kapasitas Bidang Intelijen dan Kewaspadaan Dini yang digelar di ruang Intan 1, Hotel Grand Qin Banjarbaru, Rabu (10/9/2025) pagi.
Acara dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Ikhwansyah, yang hadir mewakili Bupati Banjar H Saidi Mansyur. Dalam sambutannya, Ikhwansyah menekankan bahwa keberagaman masyarakat Kabupaten Banjar merupakan kekuatan besar, namun di sisi lain juga memiliki potensi kerawanan sosial apabila tidak dikelola dengan baik dan bijak.
“Kehadiran FKDM sangat strategis. Forum ini menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dan mencegah potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT). FKDM ibarat mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat, yang mampu memberikan informasi lebih cepat dan akurat dari akar rumput,” ungkap Ikhwansyah.U
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa FKDM tidak hanya bertugas memantau, tetapi juga berperan aktif dalam mengumpulkan, memverifikasi, hingga melaporkan setiap informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah. Kehadiran forum ini, menurutnya, selaras dengan semangat otonomi daerah yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing.
“Peran FKDM sangat penting dalam membangun sistem deteksi dini. Dengan adanya forum ini, kita berharap konflik atau permasalahan di tengah masyarakat bisa segera teridentifikasi sebelum berkembang menjadi masalah besar,” tambahnya.
Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar, H Makmur, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembekalan kepada aparatur kecamatan, desa, serta masyarakat agar lebih peka terhadap isu-isu strategis.
“Kami ingin memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah di tingkat bawah agar mampu mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan. Apalagi di era digital ini, hoaks menjadi ancaman serius yang bisa memicu keresahan sosial. Maka perlu adanya kecerdasan informasi di tengah masyarakat,” jelas Makmur.
Ia mencontohkan kasus yang sempat viral sekitar seminggu lalu di Martapura, ketika beredar informasi palsu terkait aksi unjuk rasa melalui pesan WhatsApp dan unggahan di Instagram. Berkat respon cepat aparat keamanan serta edukasi kepada masyarakat, isu tersebut berhasil diredam sebelum berkembang menjadi keresahan massal.
“Hal ini menjadi pelajaran penting. Masyarakat harus bisa lebih kritis dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, dan bahkan bisa menjadi agen edukasi bagi lingkungannya,” tegas Makmur.
Peserta dan Narasumber
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen strategis, mulai dari Ketua dan anggota FKDM se-Kabupaten Banjar, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Komunitas Intelijen Daerah, para camat, hingga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan dini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Untuk memperkaya wawasan peserta, sejumlah narasumber dihadirkan, di antaranya Dandim 1006 Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, KBO Sat Intelkam Polres Banjar, IPTU Eko Krisetiyanto, Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, A Wahid Hasyim dan Perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel, Nicko Yamal
Para narasumber memberikan pemaparan mengenai potensi ancaman keamanan dari berbagai perspektif, mulai dari militer, kepolisian, penegakan hukum, hingga intelijen. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara interaktif, menyampaikan pertanyaan, sekaligus berbagi pengalaman terkait dinamika sosial di wilayah masing-masing.m
Dengan adanya kegiatan ini, Pemkab Banjar berharap kapasitas FKDM semakin meningkat sehingga mampu menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.
“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan dini, kita bisa mengantisipasi segala potensi gangguan sejak awal, sehingga Kabupaten Banjar tetap menjadi daerah yang damai, harmonis, dan kondusif bagi seluruh warganya,” pungkas Ikhwansyah menutup sambutan.u
Penekanan ini disampaikan dalam kegiatan Fasilitasi Pembina dan Penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kabupaten Banjar serta Peningkatan Kapasitas Bidang Intelijen dan Kewaspadaan Dini yang digelar di ruang Intan 1, Hotel Grand Qin Banjarbaru, Rabu (10/9/2025) pagi.
Acara dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Ikhwansyah, yang hadir mewakili Bupati Banjar H Saidi Mansyur. Dalam sambutannya, Ikhwansyah menekankan bahwa keberagaman masyarakat Kabupaten Banjar merupakan kekuatan besar, namun di sisi lain juga memiliki potensi kerawanan sosial apabila tidak dikelola dengan baik dan bijak.
“Kehadiran FKDM sangat strategis. Forum ini menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dan mencegah potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT). FKDM ibarat mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat, yang mampu memberikan informasi lebih cepat dan akurat dari akar rumput,” ungkap Ikhwansyah.U
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa FKDM tidak hanya bertugas memantau, tetapi juga berperan aktif dalam mengumpulkan, memverifikasi, hingga melaporkan setiap informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah. Kehadiran forum ini, menurutnya, selaras dengan semangat otonomi daerah yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing.
“Peran FKDM sangat penting dalam membangun sistem deteksi dini. Dengan adanya forum ini, kita berharap konflik atau permasalahan di tengah masyarakat bisa segera teridentifikasi sebelum berkembang menjadi masalah besar,” tambahnya.
Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar, H Makmur, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembekalan kepada aparatur kecamatan, desa, serta masyarakat agar lebih peka terhadap isu-isu strategis.
“Kami ingin memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah di tingkat bawah agar mampu mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan. Apalagi di era digital ini, hoaks menjadi ancaman serius yang bisa memicu keresahan sosial. Maka perlu adanya kecerdasan informasi di tengah masyarakat,” jelas Makmur.
Ia mencontohkan kasus yang sempat viral sekitar seminggu lalu di Martapura, ketika beredar informasi palsu terkait aksi unjuk rasa melalui pesan WhatsApp dan unggahan di Instagram. Berkat respon cepat aparat keamanan serta edukasi kepada masyarakat, isu tersebut berhasil diredam sebelum berkembang menjadi keresahan massal.
“Hal ini menjadi pelajaran penting. Masyarakat harus bisa lebih kritis dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, dan bahkan bisa menjadi agen edukasi bagi lingkungannya,” tegas Makmur.
Peserta dan Narasumber
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen strategis, mulai dari Ketua dan anggota FKDM se-Kabupaten Banjar, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Komunitas Intelijen Daerah, para camat, hingga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan dini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Untuk memperkaya wawasan peserta, sejumlah narasumber dihadirkan, di antaranya Dandim 1006 Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, KBO Sat Intelkam Polres Banjar, IPTU Eko Krisetiyanto, Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, A Wahid Hasyim dan Perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel, Nicko Yamal
Para narasumber memberikan pemaparan mengenai potensi ancaman keamanan dari berbagai perspektif, mulai dari militer, kepolisian, penegakan hukum, hingga intelijen. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara interaktif, menyampaikan pertanyaan, sekaligus berbagi pengalaman terkait dinamika sosial di wilayah masing-masing.m
Dengan adanya kegiatan ini, Pemkab Banjar berharap kapasitas FKDM semakin meningkat sehingga mampu menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.
“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan dini, kita bisa mengantisipasi segala potensi gangguan sejak awal, sehingga Kabupaten Banjar tetap menjadi daerah yang damai, harmonis, dan kondusif bagi seluruh warganya,” pungkas Ikhwansyah menutup sambutan.u



