Acara tersebut dihadiri langsung oleh Tim Penilai GERMAS Award Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Hendra Fitriani beserta jajaran. Dari pihak Kabupaten Banjar, hadir Pj Sekretaris Daerah H Ikhwansyah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Noripansyah, Camat Gambut Ahmad Fauzan, serta sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kesehatan.
Dalam sambutannya, Pj Sekda Banjar H Ikhwansyah menegaskan bahwa Pemkab Banjar telah konsisten menggalakkan program GERMAS sejak tahun 2017. Menurutnya, GERMAS bukan hanya sebatas program kesehatan, melainkan gerakan bersama yang menyentuh banyak aspek kehidupan.
“GERMAS tidak hanya berbicara tentang kesehatan semata, tetapi juga melibatkan olahraga, perilaku hidup bersih, hingga ketahanan pangan. Target kami bukan sekadar menjadi juara dalam kompetisi, tetapi bagaimana gerakan ini benar-benar membudaya di tengah masyarakat, khususnya di Desa Guntung Papuyu dan seluruh wilayah Kabupaten Banjar,” tegas Ikhwansyah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Noripansyah memaparkan bahwa penilaian GERMAS pada tahun ini difokuskan pada lima kluster utama. Kelima kluster tersebut mencakup:
1. Kebersihan sungai, sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan sumber air.
2. Kepemilikan jamban sehat, untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.
3. Aktivitas fisik, yang mendorong masyarakat lebih aktif berolahraga.
4. Pengelolaan sampah, demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari penyakit.
5. Ketahanan pangan, agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi dari hasil olahan lokal yang sehat.
Noripansyah menjelaskan, Desa Guntung Papuyu sebelumnya berhasil meraih juara pertama pada tingkat Kabupaten Banjar. Keberhasilan ini membuat desa tersebut dipercaya untuk mewakili Kabupaten Banjar dalam verifikasi lapangan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami optimistis bisa meraih hasil terbaik. Harapannya, Banjar bisa menjadi juara umum dengan memenuhi semua indikator yang dinilai,” ucap Noripansyah penuh harap.
Camat Gambut, Ahmad Fauzan, juga menegaskan bahwa tujuan utama GERMAS adalah menjadikan pola hidup sehat sebagai budaya masyarakat. Menurutnya, pencapaian penghargaan hanyalah bonus, sedangkan keberlanjutan penerapan GERMAS di desa-desa merupakan tujuan yang paling penting.
“Kami ingin bukan hanya Desa Guntung Papuyu yang bergerak, tetapi seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Gambut ikut serta dalam menghidupkan GERMAS. Jika pola hidup sehat ini sudah menjadi kebiasaan, otomatis masyarakat akan lebih sejahtera,” ujar Fauzan.
Dalam proses penilaian, Tim Provinsi juga melakukan kunjungan ke Desa Guntung Papuyu. Desa ini dinilai berhasil mengintegrasikan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan jamban sehat di hampir seluruh rumah warga, hingga adanya kegiatan olahraga rutin setiap minggu. Selain itu, masyarakat desa juga didorong untuk menanam sayur dan buah di pekarangan rumah, sebagai bagian dari ketahanan pangan lokal.
Langkah-langkah nyata inilah yang membuat Desa Guntung Papuyu menjadi percontohan dalam penerapan GERMAS, tidak hanya di Kabupaten Banjar, tetapi juga di tingkat provinsi.
Dengan paparan program dan praktik nyata yang telah dilakukan, Pemkab Banjar berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. Penerapan GERMAS yang berkesinambungan diharapkan mampu menekan angka penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Penghargaan itu penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana seluruh masyarakat Banjar bisa menikmati manfaat dari hidup sehat. Inilah tujuan utama GERMAS,” tutup Ikhwansyah.



