REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menyusul laporan dugaan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sungai Ulin yang kosong saat pasien kritis membutuhkan pertolongan, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby sontak menginterogasi jajaran dinas terkait.
Tujuannya memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama tanpa terhambat urusan birokrasi maupun asal-usul kependudukan.


Orang nomor satu di Banjarbaru tersebut bergerak cepat meminta keterangan dari pihak pimpinan kesehatan daerah begitu isu ini merebak.
“Siang tadi baru mendengar laporan. Saat itu saya langsung menelpon Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru untuk minta keterangan, lalu menelpon lagi Kepala Puskesmas. Saya tanya: ‘Kenapa saat ada pasien datang mau berobat, tiba-tiba tidak ada orang?’,” ungkap Wali Kota Lisa, Kamis (27/08/2026).
Meskipun pihak Kepala Puskesmas Sungai Ulin mengklarifikasi petugas sebenarnya berada di lokasi dan sempat mendatangi pasien di mobil, Wali Kota tidak menganggap masalah selesai begitu saja dan tetap memerintahkan investigasi mendalam.
Sikap tanpa toleransi diperlihatkan Pemkot Banjarbaru terhadap potensi kelalaian pelayanan gawat darurat.
“InsyaAllah besok, Kepala Dinas Kesehatan bersama tim Kabid Pelayanan akan langsung turun ke Puskesmas Sungai Ulin untuk mengevaluasi kejadian ini,” tegasnya.
Jika tim evaluasi menemukan bukti pelanggaran tugas, bagi Lisa sanksi organisasi telah disiapkan secara langsung.
“Yang jelas, saya akan menindak tegas kepada Kepala Puskesmasnya. Kenapa anak buahnya tidak ada di tempat?” ucapnya.
Menanggapi kabar pasien kritis tersebut beridentitas luar daerah, Pemkot Banjarbaru menekan seluruh fasilitas kesehatan untuk menolong siapapun yang membutuhkan.
“Kalau ada orang sakit, saya tidak memandang lagi siapa itu, warga siapa. Saya melihat orang sakit, pokoknya dibantu saja. Tidak peduli warga mana, yang penting nyawa harus diselamatkan,” pungkas Walikota.



