REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Seorang buruh bangunan asal Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), ditemukan meninggal dunia (MD) di dalam kamar mandi sebuah rumah di Komplek Asabri, Rukun Tetangga (RT) 45 Rukun Warga (RW) 09, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (7/7/26).
Korban diketahui bernama Novianto (44), yang bekerja sebagai buruh bangunan dan tinggal bersama empat rekan kerjanya di rumah tersebut.
Penemuan korban berawal dari laporan warga yang diteruskan Ketua RT kepada Bhabinkamtibmas sekitar pukul 13.00 Wita siang.
Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Namun, polisi memastikan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat melalui Bhabinkamtibmas, di mana Pak RT melaporkan ada salah satu penghuni rumah yang meninggal dunia,” ujarnya saat berada di lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, personel Polsek Liang Anggang bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga melakukan pengecekan.
Korban pun ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar mandi, sehingga petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Memang benar dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar mandi, posisinya dalam keadaan telanjang juga ditemukan kotoran di dalam WC. Kemudian kita lakukan olah TKP,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum korban ditemukan meninggal, kepala tukang bernama Sutrisno sempat datang mengantarkan makanan karena mengetahui korban sedang sakit.
Namun, saat dipanggil beberapa kali, korban tidak memberikan jawaban hingga akhirnya ditemukan di dalam kamar mandi.
Kompol Heru menyampaikan, menurut keterangan rekan kerja, korban memang sempat mengeluhkan sakit beberapa hari terakhir.
“Yang bersangkutan jam 9 tadi masih di depan rumah masih sehat, namun korban beberapa hari menderita sakit menurut keterangan teman kerjanya katanya mengeluhkan sakit magh belum lama tadi,” ungkapnya.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Banjarbaru untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, tetapi dari hasil tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil olah TKP di dalam tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dari keterangan saksi-saksi, yang bersangkutan memang beberapa hari ini menderita sakit. Bisa dipastikan bahwa korban meninggal dunia karena sakit,” tutupnya.
Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi oleh relawan bersama Tim Inafis Polres Banjarbaru ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru untuk menjalani visum.



