REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI), Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk meninjau proses pendidikan calon prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) pada Rabu (26/11/25) sore.
Dalam arahannya, ia menegaskan pengabdian penuh kepada bangsa dan rakyat harus menjadi pegangan utama setiap prajurit.
Serta mengingatkan bahwa kehadiran mereka di TNI adalah bentuk pengabdian, bukan ruang mencari keuntungan pribadi.
“Tujuanmu masuk TNI untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Kamu pasti diminta mengorbankan jiwa dan ragamu demi membela tanah air. Kalian berasal dari rakyat dan dibiayai oleh rakyat,” ujarnya.
Ia juga meminta para calon prajurit menjaga komitmen sejak dini, agar setiap peserta didik tetap berpegang teguh pada prinsip dasar prajurit.
“Jangan sekali-sekali melenceng dari niatmu sebagai prajurit. Kalau kau sudah mulai mempunyai niat untuk melenceng, mulai hari ini kau keluar dari tempat ini. Di sini tempat orang mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Sjafrie menekankan, TNI adalah tentara rakyat dan tentara pejuang. Karena itu, rasa dan pikiran para prajurit harus sepenuhnya diarahkan untuk membela kepentingan rakyat.
“Jadi kalian mulai saat ini harus mencocokkan rasamu dan pikiranmu hanya berjuang untuk membela kepentingan rakyat,” ucapnya.
Sementara itu, Danrindam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ali Akhwan menyampaikan, proses pendidikan di Rindam VI/Mulawarman menjadi tahap penting dalam pembentukan prajurit yang disiplin dan siap tempur.
“Dibutuhkan calon prajurit yang memiliki militansi dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Rindam ini menjadi wadah untuk mendidik mereka agar mampu menjalani pendidikan dengan baik, jujur, dan disiplin,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pada gelombang pendidikan kali ini terdapat sekitar 180 peserta. Kedepan, jumlahnya masih menunggu keputusan pimpinan.
“Rindam VI menjadi tempat pendidikan bagi dua Kodam, yaitu Kodam XXII/Tambun Bungai dan Kodam VI/Mulawarman,” sebutnya.
Brigjen Ali Akhwan juga menegaskan, arahan Menteri Pertahanan akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan.
“Peningkatan disiplin, jaga kesehatan selama latihan, jaga keamanan, dan para pelatih diminta melatih yang terbaik demi menciptakan prajurit yang handal,” tutupnya.



