REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya menekan lonjakan harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, serta peringati 5 Rajab yang biasanya memicu kenaikan pada sejumlah komoditas.
Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) itu Gubernur Kalsel, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda), dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan tersebut.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kabid Ketahanan Pangan, Saptono menyampaikan, GPM ini dilaksanakan untuk memberikan harga pangan yang lebih murah atau di bawah harga pasar.
“Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, dimana biasanya beberapa komoditas cenderung mengalami kenaikan,” ujarnya, Jum’at (21/11/25).
Selain moment Nataru, pihaknya juga menyoroti potensi kenaikan harga pada bulan Desember menjelang peringatan 5 Rajab atau Haul Abah Guru Sekumpul.
“Pada periode tersebut, permintaan bahan pokok biasanya meningkat sehingga memicu kenaikan harga,” ucapnya.
Dalam Gerakan Pangan Murah itu, DPKP Kalsel juga menyediakan beberapa komoditas di antaranya bawang merah, bawang putih, aneka sayur-mayur, dan beras SPHP dari Bulog.
“Tersedia juga telur ayam ras dan daging ayam ras, dua komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi Kalsel dalam dua bulan terakhir,” tuturnya.
Menurutnya, inflasi Kalsel saat ini cukup tinggi, berada di atas nasional, sehingga menjadi tugas berat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan.
“Khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah. Kami dari dinas yang menangani pangan tentu ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Kendati demikian, Saptono memastikan, gerakan serupa masih akan terus dijadwalkan di lokasi berbeda agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, dibawah harga pasar. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus kami laksanakan agar manfaatnya semakin luas,” tutupnya.



