REDAKSI8.COM, JAKARTA – Komitmen memperkuat kualitas riset terus ditunjukkan UIN Raden Intan Lampun www.radenintan.ac.iaf. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), kampus ini resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Agama Republik Indonesia terkait Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit atau MoRA The Air Funds Tahun 2026.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Jakarta, Jumat yang lalu antara Ketua LP2M UIN RIL, Kumedi Ja’far dan Kepala Puspenma Kemenag RI, Ruchman Basori. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem riset keagamaan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Program ini sendiri didukung pendanaannya oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan sistem pengelolaan yang transparan dan berbasis digital melalui platform eRISPRO.
Direktur Fasilitas Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menegaskan bahwa riset yang didanai tidak boleh berhenti pada tataran akademik saja. Ia berharap hasil penelitian mampu memberi solusi konkret bagi pembangunan bangsa.
“Riset harus berdampak nyata. Karena itu, peran LP2M sangat penting dalam mendampingi peneliti, mulai dari pelaksanaan hingga hasil akhir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puspenma Kemenag RI menekankan pentingnya peningkatan literasi riset di kalangan dosen. Ia mendorong agar penelitian tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan.
Selain itu, pengelolaan dana riset juga menjadi perhatian serius. Para peneliti diminta bekerja secara profesional, transparan, dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku agar terhindar dari kesalahan administratif.
Ketua LP2M UIN RIL, Prof. Kumedi, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mengawal program ini. Ia memastikan seluruh proses riset akan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
“Kami siap mendampingi para peneliti, baik dalam pelaksanaan maupun pelaporan. Semua akan mengacu pada prinsip transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.
Pada tahun 2026 ini, UIN Raden Intan Lampung berhasil meloloskan lima tim peneliti dalam program pendanaan tersebut. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa kualitas riset di kampus tersebut terus meningkat.
Prof. Kumedi pun mengajak para dosen untuk mulai mempersiapkan proposal terbaik, mengingat pengajuan pendanaan tahap berikutnya direncanakan kembali dibuka sekitar April 2026.
Ia berharap, melalui program ini, riset yang dihasilkan tidak hanya mengharumkan nama kampus, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
“Semoga riset yang dilakukan benar-benar memberi dampak, baik bagi lembaga, masyarakat, maupun bangsa,” pungkasnya.



