REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat layanan kesehatan selama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.
Selain menyiagakan tenaga medis di Posko Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinkes juga memberikan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, masker, hingga edukasi kepada masyarakat dan petugas.

Melalui UPT Krisis Kesehatan, Dinkes bersinergi dengan BPBD Kalsel untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap selama musim kemarau.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kegawatdaruratan Krisis Epidemi Kesehatan Dikes Kalsel, Ahmad Rezqi Anshari mengatakan, pelayanan kesehatan dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Pos Rescue Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, serta Pos Komando Karhutla BPBD Kalsel di Banjarbaru.
Layanan tersebut menyasar kepada petugas-petugas di lapangan maupun masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kegiatan kami meliputi pemeriksaan kesehatan petugas yang bertugas di lapangan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak, serta edukasi mengenai cara menghadapi kabut asap,” ujarnya saat berada di Pos Komando Karhutla BPBD Kalsel, Senin (27/7/26).
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama kabut asap.
Karena itu, selain memantau kondisi masyarakat, tim kesehatan rutin memeriksa personel BPBD yang terlibat dalam penanganan karhutla secara langsung agar tetap dalam kondisi prima.
Di samping pelayanan medis, Dinas Kesehatan juga turut mengedukasi masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Jika masker tidak tersedia, masyarakat disarankan memanfaatkan kain yang dibasahi sebagai pelindung sementara untuk mengurangi paparan asap.
“Harapannya, melalui edukasi yang kami berikan, masyarakat dapat mengurangi risiko dan tingkat keparahan gangguan kesehatan akibat kabut asap, meskipun kondisi tersebut sudah terjadi,” harapnya.
Rezqi menyebutkan, selama masa siaga karhutla, dua tenaga kesehatan disiagakan setiap hari di Pos Komando BPBD untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, menyediakan obat-obatan, serta membagikan masker secara gratis.
Namun, jika terjadi kondisi darurat yang lebih besar, Dinas Kesehatan akan menambah personel dan mengerahkannya ke lokasi terdampak.
“Seluruh pelayanan ini diberikan secara gratis. Kami menyiapkan dua petugas kesehatan untuk berjaga di posko. Jika ada kejadian yang membutuhkan penanganan lebih besar, kami akan mengerahkan tenaga kesehatan ke titik rawan atau lokasi bencana,” katanya.
Saat ini, keluhan yang paling banyak ditangani meliputi batuk, pilek, gejala ISPA, serta kelelahan akibat aktivitas di lapangan.
Kendati demikin, seluruh pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi yang dialami, termasuk pemberian vitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
“Dinas Kesehatan berharap dampak kesehatan akibat karhutla dapat ditekan melalui kolaborasi bersama BPBD dan seluruh instansi terkait, sehingga masyarakat tetap terlindungi selama musim kemarau berlangsung,” pungkasnya.



