REDAKSI8.COM – Masih di HARGANAS XXVII Tahun 2020, masuknya pandemi covid-19 sejak awal bulan Maret hingga saat ini tak dipungkiri angka kehamilan baru juga mengalami peningkatan.
Dilansir dari AFP, Selasa (19/5/2020) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjelaskan, bahwa kehamilan baru ini adalah kehamilan yang tidak direncanakan.
Sedikitnya, ada 400.000 lebih kehamilan baru saat masa pembatasan sosial pencegahan Corona diberlakukan.
Hal ini didasari pula, lantaran sekitar 95 persen pengguna kontrasepsi di Indonesia adalah wanita. Sementara hanya sedikit pria yang menggunakan kondom.
Di kota Banjarbaru sendiri, telah selesai melaksanakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari, hingga masuk ke tahapan PKM selama 28 hari. Dikala di derah lain saat menerpakan protokol pembatasan sosial tengah mengalami kenaikan kehamilan baru, di Kota Banjarbaru justru turun.
Berdasarkan data sementara yang telah berhasil diperoleh redaksi8.com melalui Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, trend angka kehamilan yang terhitung sejak bulan Maret hingga Mei, ada sebanyak 1.138 wanita usia matang, yang melaporan tanda-tanda kehamilan ke setiap puskesmas di Kota Banjarbaru.
Pada bulan Maret tercatat 493 laporan kehamilan. Lalu di bulan selanjutnya, April ada 352 laporan. Ditambah, bulan Mei total laporan 293. Sedangkan dari bulan Januari total laporan ada sebanyak 1426.
Menurut, Kepala Bidang KB dan Keluarga Sejahtera Dinas Dalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Ratna Hartati Asmail, selama masa pandemi covid-19, pihaknya terus melakukan pelayanan kampanye KB, baik menggunakan mobil keliling KB maupun langsung di Balai Penyuluhan KB yang berlokasi di Kelurahan Guntung Manggis.
Walupun ungkapnya, anggaran untuk kegiatan KB telah di pindahkan untuk penanganan pandemi. Namun, kampanye pemasangan alat kontrasepsi berupa Kondom, Pil KB, IUD, Implan dan lainnya tetap dilaksanakan menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini BKKBN, yakni Biaya Oprasional Keluarga Berencana (BIOKB).
“Untuk giat suntik KB, biasanya kami lakukan di kantor Balai Penyuluhan KB. Sedangkan Pil dan Kondom biasa kita salurkan melalui penyuluh, lalu penyuluh menyalurkan ke kader – kader KB yang telah kita bentuk,” Ia menerangkan kepada Redaksi8.com, Selasa (30/6).
“Ini kita lakukan untuk mencegah putus-pakai pemakaian alat KB,” sambungnya.
Baginya, soal ledakan kehamilan baru di tengah pandemi covid-19 hanya isu para nitizen. Faktanya, data sementara menunjukan terjadi trend penurunan angka kehamilan baru di Kota berjuluk Kota Idaman Banjarbaru.
“Walapun cuma isu, kami tetap terus mengikuti arahan pemerintah pusat agar tidak terjadi putus-pakai penggunaan alat kontrasepsi,” imbuh Ratna.
Dari data, target pemasangan KB dan peserta KB baru, terhadap total menurut metode kontrasepsi sampai dengan bulan Mei 2020, ada sebesar 28.17 % PPM (Perkiraan Permintaan Masyarakat).



