REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Maraknya parkir liar di kawasan Masjid Agung Al-Munawarah, dalam waktu dekat akan segera ditindak oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.
Berdasarkan pantauan Redaksi8.com, kawasan tersebut sering kali ditempati sejumlah mobil dan truk-truk besar, sehingga di kawasan itu terlihat kesan kumuh.
Saat di konfirmasi kepada Kepala UPT Parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru, Adi Royan membenarkan, parkir liar di Bundaran Masjid Agung khusus truk dan trailer yang inap akan segera ditertibkan.
“Alhamdulillah kami sudah dapat dukungan dari Pemko, untuk segera menertibakan parkir liar di bundaran Masjid Al-Munawarah,” ucapnya, Senin (9/10/23).
Ia membeberkan, dalam satu atau dua hari pihaknya akan survei ke lokasi tanah milik Pemko Banjarbaru, yang nantinya dijadikan lahan parkir untuk truk dan mobil-mobil tersebut.
“Jadi nanti truk-truk dan bus itu tidak boleh lagi parkir di pinggir tepi itu, jadi harus parkir di tanah milik pemerintah, dan nanti kita kenalan tarif inap,” terangnya.
Kemudian, untuk menentukan lahan parkir, pihaknya berkoordinasi terlebih dulu dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru.
“Sepertinya dekat AKR, ada tanah Pemko, sebrangnya Masjid Agung, luasnya ada sekitar 25 x 200 meter kebelakang, itu nanti kita manfaatkan untuk kantong parkir,” ujarnya.
Dengan harapan, setelah adanya penataan parkir liar tersebut, marwah Masjid Agung Al-Munawarah tidak lagi kumuh, karena adanya truk dan pedagang kaki lima (pedagang pentol) ditepi jalan umum.
Sebab, memang sebenarnya di tepi jalan umum tidak diperbolehkan untuk parkir, terkecuali ditetapkan sebagai lokasi titik parkir.
“Kita mencoba untuk mengatur kesana, jadi ada beberapa dampak positifnya, selain membuat Masjid Agung tak lagi kumuh, jalan itu terpelihara, juga pemanfaatan aset daerah, dan peningkatan PAD lewat parkir inap,” jelasnya.
Sementara itu, seorang warga Kota Banjarbaru, Mukti mengaku senang jika parkir liar di kawasan bundaran Masjid Agung ditertibkan.
Ditambah, Kota Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan sudah seharusnya untuk menata parkir-parkir liar agar terlihat lebih bagus.
“Iya lebih bagus ditertibkan, karena memang bukan tempat parkir juga kan, lebih bagus lagi tempat parkirnya disediakan khusus,” pungkasnya.



