REDAKSI8.COM – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar menerima kedatangan perwakilan petani dari Desa Bunipah Kecamatan Aluh Aluh, Kamis (21/7/2022) di ruangan komisi II DPRD Kabupaten Banjar siang.
Dalam diskusi tersebut, ada didapat beberapa persoalan yang sangat penting untuk harus ditindaklanjuti oleh komisi II dua, salah satunya adalah penyakit tungro yang terjadi di pada pertani di Kabupaten Banjar.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua komisi II, Muhammad Zaini bahwa kita menerima kunjungan para petani di Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
“Para petani saat ini mengeluhkan bahwa di dua tahun terakhir dengan adanya musim yang tidak menentu serta air pasang laut yg sering naik kepermukaan, adanya penyakit tungro yang menyerang pertanian padi masyarakat,” ungkapnya
Muhammad Zaini menjelaskan bahwa saat ini tanaman padi persawahan menjadi hal yang dikeluhkan para petani dan ini terjadi di hampir wilayah dataran rendah khususnya Kecamatan Aluh Aluh, Gambut dan sekitarnya.
Senada dengan yang disampaikan oleh Ahmad Sarwani, bahwa kegagalan hasil panen mengancam sektor pertanian kita, tentu diperlukan win win solution terkait kajian studi secara konfrehensif dalam menanggulangi persoalan ini.
“Perlu langkah-langkah konkrit dan strategis serta kolaborasi semua pihak baik kabupaten, provinsi maupun pusat untuk menyeleksi permasalahan ini,” tuturnya
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Dondit Bekti Agustiono bahwa saat ini terdata ada 422 hektar yang terkena penyakit tungro, tapi dari 422 hektar ini, 356 masih kategori ringan, artinya petani masih bisa melakukan panen.
“Dengan adanya penyakit Tungro ini, tingkat produksi maupun filtivitas memang ada penurunan dan hampir ada petani yang gagal panen,” ungkapnya
Menurut Dondit Bekti Agustiono, bahwa padi yang diserang oleh penyakit Tungro ini merupakan bibit lokal. Saat ini, petani di Kabupaten Banjar masih fanatik dengan menanam menggunakan bibit lokal seperti Siam dan Unus.
“Walaupun kebiasan petani kita setelah panen akan dijadikan cadangan selama satu tahun atau sampai masa panen akan datang. Padi lokal memang ada keunggulan, selain daya simpannya cukup tinggi, umur masa tanamnya cukup relative pendek tetapi sangat mudah terserang oleh penyakit seperti tungro.
Dondit menjelaskan agar terhindari dari penyakit ini, kami dari dinas menyarankan petani untuk menanam bibit unggul seperti Intari dan Bigungga, tetapi umur masa tanamnya relatif panjang dan daya simpannya tidak terlalu bisa lebih lama,” ungkapnya.
Ai juga menyarankan kepada petani, untuk menghindari agar minimnya kerusakan dari serangan penyakit tungro, petani diharapkan untuk menanam padi bisa dilakukan secara serentak. Apalagi saat ini masih terbilang musim penghujan dan tentunya sangat rentan oleh penyakit.
Pertanian berupa padi yang saat ini diserang oleh penyakit tungro kategori berat sebanyak 22 hektar yang ada di Kecamatan Tatah Makmur, Kecamatan Beruntung Baru, Kecamatan Gambut dan Kecamatan Sungai Tabuk. Adapun 356 hektar ini kategori ringan dan mudah mudahan tidak bertambah sampai panen walau hasil produksinya menurun.



