REDAKSI8.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar dengan gencarnya melakukan pencegahan terhadap penyebaran dan pemutusan mata rantai Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Banjar. Pemerintah daerah dengan forkopimda bersinergi untuk melakukan hal tersebut.
Tetapi tidak lengkap rasanya saat pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forkopimda bersinergi melakukan pencegahan dan berharap cepat selesai.

Seperti yang disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar M Rofiqi mempertanyakan keberadaan Wakil Bupati Banjar selama Tanggap Darurat Bencana Non Alam Virus Corona karena ketidak hadirannya.
“Kita lihat saat ini di kabupaten Banjar, bupati dengan wakil bupati itu seperti badan dan pikiran, badan dan pikiran seharusnya tidak boleh terpisah dan saling membantu,” ungkapnya, Selasa (7/4/20).
“Tapi kenyataannya kita lihat sendiri, ada social distancing antara mereka berdua ini. Namun karena kondisi Bupati kita dengan umur segitu sangat rentan, maka wakil harusnya lebih aktif lagi dalam situasi seperti ini,” tambahnya
Lebih jauh, Rofiqi mengungkapkan, bupati dan wakil bupati ini merupakan ujung tombak Kabupaten Banjar. Jika mereka tidak bergerak, maka tidak akan bergerak Kabupaten Banjar ini.
“Seperti wilayah lain, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakilnya saling bekerjasama dalam penanganan corona ini di wilayah mereka. Dengan kehadiran mereka, masyarakat juga dapat tenang di tengah kondisi pendemo corona ini,” tutupnya.



