REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Suasana haru dan bahagia mewarnai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin, Kamis (12/6/2025). Pasalnya, pucuk pimpinan lembaga tersebut resmi berpindah tangan dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sekaligus pisah sambut di aula Lapas.
Arifin Akhmad, sang pemimpin baru, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas III Kolonodale, Sulawesi Tengah. Ia menggantikan Bambang Hari Widodo yang telah memimpin selama dua tahun, sembilan bulan, dan 12 hari.
Acara itu dihadiri oleh sejumlah pejabat seperti Bupati Tanah Bumbu diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Batulicin, dan perwakilan Polres dan Kodim setempat.
Dalam kesempatan itu, Bambang Hari Widodo mengucapkan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh jajaran Lapas dan pemerintah daerah.
“Saya atas nama pribadi mengucapkan banyak terima kasih, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Forkopimda yang telah memberikan bimbingan serta kerja samanya,” ujar Bambang
Sementara itu, Arifin Akhmad selaku kepala Lapas baru, langsung memohon dukungan dari semua pihak. Dengan rendah hati ia menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi.
“Saya mohon dukungannya. Saya di sini izin bergabung, permisi, mohon disupport, diingatkan, dan tentunya siap bersinergi untuk memajukan Kabupaten Tanah Bumbu,”* ucap Arifin.
Arifin juga tak sunggan membandingkan kemajuan infrastruktur Tanah Bumbu dengan daerah tugas sebelumnya.
“Dulu di Kolonodale, kalau mau ke ibukota provinsi (Palu), butuh 12-15 jam perjalanan. Di sini, dari Banjarmasin ke Batulicin cuma 5-6 jam. Jalannya lebih halus” ungkapnya.
Selain itu, Arifin juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) untuk meningkatkan kinerja Lapas.
“Lapas bukan hanya tempat penghukuman, tapi juga pembinaan. Kami ingin berkolaborasi dengan semua pihak agar bisa memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan Lapas Kelas III Batulicin bisa semakin progresif, baik dalam hal pembinaan narapidana maupun pelayanan publik.
Perubahan kepemimpinan di Lapas Batulicin ini bukan sekadar serah terima jabatan biasa, tapi juga menjadi titik awal baru untuk kemajuan lembaga pemasyarakatan di Tanah Bumbu.
Arifin Akhmad, sang pemimpin baru, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas III Kolonodale, Sulawesi Tengah. Ia menggantikan Bambang Hari Widodo yang telah memimpin selama dua tahun, sembilan bulan, dan 12 hari.
Acara itu dihadiri oleh sejumlah pejabat seperti Bupati Tanah Bumbu diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ketua DPRD, Kajari, Ketua Pengadilan Batulicin, dan perwakilan Polres dan Kodim setempat.
Dalam kesempatan itu, Bambang Hari Widodo mengucapkan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh jajaran Lapas dan pemerintah daerah.
“Saya atas nama pribadi mengucapkan banyak terima kasih, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Forkopimda yang telah memberikan bimbingan serta kerja samanya,” ujar Bambang
Sementara itu, Arifin Akhmad selaku kepala Lapas baru, langsung memohon dukungan dari semua pihak. Dengan rendah hati ia menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi.
“Saya mohon dukungannya. Saya di sini izin bergabung, permisi, mohon disupport, diingatkan, dan tentunya siap bersinergi untuk memajukan Kabupaten Tanah Bumbu,”* ucap Arifin.
Arifin juga tak sunggan membandingkan kemajuan infrastruktur Tanah Bumbu dengan daerah tugas sebelumnya.
“Dulu di Kolonodale, kalau mau ke ibukota provinsi (Palu), butuh 12-15 jam perjalanan. Di sini, dari Banjarmasin ke Batulicin cuma 5-6 jam. Jalannya lebih halus” ungkapnya.
Selain itu, Arifin juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) untuk meningkatkan kinerja Lapas.
“Lapas bukan hanya tempat penghukuman, tapi juga pembinaan. Kami ingin berkolaborasi dengan semua pihak agar bisa memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan Lapas Kelas III Batulicin bisa semakin progresif, baik dalam hal pembinaan narapidana maupun pelayanan publik.
Perubahan kepemimpinan di Lapas Batulicin ini bukan sekadar serah terima jabatan biasa, tapi juga menjadi titik awal baru untuk kemajuan lembaga pemasyarakatan di Tanah Bumbu.



