REDAKSI8.COM – Dialog Publik bertajuk ”Mengambil Peluang dari Pembangunan Bandara Internasional Syamsudin Noor untuk Masyarakat Kalsel”, diadakan oleh Parlemen Jalanan di Hotel Novotel Banjarbaru, Sabtu (15/9/18).
Dialog publik ini menghadirkan Sekdaprov Kalsel Abdul Haris, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Dr H Ahmad Yunani, Ketua Parlemen Jalanan Badrul Ain Sanusi Al Afif, dan MMA Indah Preastutty sebagai narasumber.


Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengatakan, Pemkot Banjarbaru memiliki peranan dalam pengembangan Bandara Internasional Syamsudin Noor ini.
”Dari pembangunan Jalan Lingkar Utara, terlibat aktif dalam proses pembebasan lahan untuk pengembangan bandara, pembangunan jalan masuk bandara, pengembangan kawasan Kota Baru (Aero City), hingga penyediaan infrastruktur,” Nadjmi Adhani menyampaikan.
Sementara itu, Ketua Parlemen Jalanan Badrul Ain Sanusi Al Afif saat ditemui di Balai Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu sebelum dialog publik diadakan mengatakan, esensi dari kehadiran Bandara Internasional Syamsudin Noor ini nantinya agar warga banua benar-benar merasakan dalam konteks tenaga kerjanya.
”Sehingga jangan sampai warga banua khususnya masyarakat Banjarbaru tidak merasakan dampak positif dari bandara ini. Oleh sebab itu nantinya ada semacam rekomendasi apa saja yang dibutuhkan oleh angkasa pura untuk memenuhi tenaga kerja di bandara ini,” bebernya.

Badrul menambahkan, setidaknya ada sekitar 8 ribu tenaga kerja yang akan dibutuhkan nantinya. Menurutnya, angka 8 ribu ini bagi warga banua menjadi hal yang luar biasa (untuk lowongan kerja).
”Artinya berapa masyarakat yang tidak bekerja bisa terakomodir. Apabila tidak kita bicarakan dari sekarang, tentunya kesiapan warga banua dalam rangka menyambut kehadiran bandara ini akan sangat lemah,” tandasnya.



