REDAKSI8.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku akan menindak tegas oknum yang menjalankan praktik calo dalam seleksi program guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Akan kami tindak oknum calo dalam seleksi guru PPPK,” ucap Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril dalam keterangan resminya di itjen.kemdikbud.go.id
Saat ini, kata dia, Kemendibud sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan investigasi praktik calo program guru PPPK.
“Saya merasa prihatin dengan peredaran informasi calo dan uang pelicin yang meresahkan guru honorer ini. Saya mewakili Kemendikbud mengimbau khususnya kepada para guru calon peserta seleksi PPPK agar tidak terbujuk modus-modus penipuan semacam ini yang justru akan merugikan calon peserta sendiri,” demikian ditegaskan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril pada Minggu, (14/03).
Iwan berharap kepada masyarakat yang mengetahui informasi tentang praktik calo guru PPPK dapat melaporkan ke laman resmi Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbud, yakni http://ult.kemdikbud.go.id atau https://kemdikbud.lapor.go.id.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud juga telah meluncurkan dan memperkenalkan Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Belajar Mandiri Calon Guru ASN PPPK yang dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan kompetensi pedagogi dan profesional para peserta dengan mengedepankan konsep ruang kolaborasi dan komunitas pembelajaran. Seri Belajar Mandiri ini dapat diakses secara daring dan bebas biaya melalui laman : https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id.
“Kami mengimbau para guru honorer dan lulusan pendidikan profesi guru untuk dapat memanfaatkan program pembelajaran yang ada di Seri Belajar Mandiri sebagai usaha penguatan kapasitas pribadi sebelum mengikuti tes seleksi ASN PPPK. Mari kita semua membuktikan integritas diri melalui seleksi yang adil, bersih, dan demokratis,” harap Iwan Syahril
Ditegaskan pula oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim beberapa waktu lalu, PPPK memang harus melewati keseluruhan proses seleksi.
Seleksi ini juga berdasarkan amanah undang-undang, karena ini juga demi menjaga kualitas guru-guru. Untuk guru honorer yang belum lulus agar tidak berkecil hati karena masih ada kesempatan hingga tiga kali mengikuti tes PPPK.
Kepala Badan Kepagawaian Daerah Kalimantan Selatan, Sulkan menegaskan, di pemerintah daerah khususnya tidak akan bisa terjadi praktik calo karena secara mekanisme penetapan kelulusan seleksi PPPK untuk guru honorer ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Kita pemerintah daerah hanya sampai mengusulkan bukan menetapkan,” tegasnya kepada Redaksi8.com
“Saya hanya menghimbau jangan berurusan dengan orang yang mengaku – ngaku bisa menguruskan sesuatu yang berhubungan dengan lulus seleksi,” lanjutnya menghimbau.
Dari seluruh data yang diusulkan ke Kemenpan RB untuk formasi Guru Honorer dalam seleksi PPPK di setiap SMA dan SMK di Kalimantan Selatan berjumlah 1894 formasi.
Senada, perihal praktik calo dalam seleksi Guru PPPK menurut Kepala Seksi Pengadaan dan Pemberhentian, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarbaru, Budi Rifani, menghimbau kepada seluruh guru honorer yang ikut seleksi PPPK jangan percaya jika ada oknum calo baik melalui lisan maupun tulisan (Sms/Wa) menjanjikan kelulusan dengan menggunakan jasanya.
“Apalagi diminta bayar, jangan percaya!,” katanya saat ditemui pewarta di kantornya, Rabu (17/3)
“Selain informasi resmi dari kita tolong para guru yang akan ikut seleksi jangan berikan tanggapan. Memang di selwksi CPNS kejadian seperti ini setiap tahun terjadi. Semoga di Seleksi PPPK tidak terjadi,” sambungnya.
Diketahui, Pemerintah Kota Banjarbaru tengah mengusulkan formasi PPPK untuk seluruh Kota Banjarbaru sebanyak 651 formasi. Sementara khusus formasi guru honorer melalui jalur PPPK ada berjumlah 544 formasi.
“Kita belum tahu berapa formasi yang disetujui oleh pusat. Kita tunggu saja,” tandasnya.



