REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Jembatan Guntung Manggis di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, baru-baru ini kembali menjadi sorotan warga.
Kondisi permukaan jembatan yang tidak rata, serta adanya bagian sambungan yang turun ke bawah membuat kendaraan berguncang cukup keras.
Pengendara roda dua hingga truk kerap mengurangi kecepatan demi menghindari risiko kecelakaan.
Warga Kelurahan Guntung Manggis, Anna mengeluhkan, kondisi jembatan itu yang membuatnya harus ekstra waspada setiap kali melintas.
“Sering lewat sana, harusnya bisa diperbaiki ya, karena dengan kondisi aspal seperti itu bisa membuat kecelakaan dan ban jadi rusak, apalagi kalau yang lewat dengan kecepatan tinggi,” ujarnya, Selasa (2/12/25).
Diketahui jembatan tersebut baru selesai dibangun pada bulan Desember 2024.
Dimana pembangunan dilakukan untuk membantu memecah kemacetan di kawasan simpang Guntung Manggis-Trikora yang selama ini dikenal padat.
Jembatan sepanjang 51,74 meter itu menggunakan konstruksi dua komposit girder baja kelas A, masing-masing sepanjang 30,59 meter dan 20,59 meter.
Proyeknya pun bernilai kontrak Rp14.038.492.065 (termasuk PPN 11%) digarap oleh CV Tiga Jaya Group dengan masa pekerjaan 240 hari kalender.
Namun setelah digunakan, warga mengeluhkan ketidaknyamanan akibat permukaan yang bergelombang dan berlubang.
Saat dikonfirmasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Kabid Bina Marga, Robby Cahyadi, memastikan jembatan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor.
“Saat ini kita arahkan ke rekanan untuk penanganannya sebelum masa pemeliharaan mereka berakhir,” katanya.
Ia mengakui, pihaknya telah menerima laporan dari warga dan memastikan bahwa perbaikan harus dilakukan oleh pihak pelaksana sesuai standar teknis.
“Kita tetap dorong, kita push kawan-kawan dari pelaksana untuk melakukan perbaikan sesuai dengan spesifikasi yang ada,” tegasnya.
Karena statusnya masih dalam periode pemeliharaan, Robby menegaskan, tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada pada kontraktor.
“Karena masih masa pemeliharaan dari rekanan sehingga kita arahkan kawan-kawan dari rekanan untuk menangani dulu,” pungkasnya.



