REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Kota Banjarbaru mulai alami peningkatan yang cukup signifikan.
Seperti kandang Sapi Safrin yang berlokasi di Jalan Sukarelawan, Loktabat Utara, Banjarbaru menunjukan lonjakan aktivitas seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Pemilik kandang, Nur Aini mengatakan, proses pengadaan sapi dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan yang diproyeksikan mencapai ratusan ekor.
“Saat ini baru tersedia sekitar 300 ekor sapi dari total rencana pasokan. Kemungkinan bersama semua yang akan datang sekitar 650-an totalnya nanti,” ujarnya, Kamis (7/5/26).
Meski permintaan tinggi, jumlah stok tahun ini menurutnya tercatat sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mampu menembus lebih dari 750 ekor.
Kondisi tersebut dipengaruhi kendala pengiriman pada periode sebelumnya, terutama dari daerah pemasok seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali yang sempat mengalami hambatan.
Meski demikian, minat pembeli sudah mulai terlihat, di mana pemesanan sapi kurban saat ini mencapai angka signifikan dari total stok yang tersedia.
“Sekarang sudah banyak yang booking lebih dari 100 pesanan, mungkin sudah hampir separuhnya dari stok sekarang,” ungkapnya.
Terkait kesehatan, Nur Aini memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat karena berada dalam pengawasan dinas terkait.
Sementara, harga jual sapi kurban di tahun ini mengalami penyesuaian, sebab dipengaruhi oleh kenaikan biaya operasional, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Harganya mulai Rp15 juta. Sampai ada yang Rp100 juta di atas sana jenis Limousin,” sebutnya.
Selain menjamin kesehatan hewan, ia memberikan layanan perawatan penuh hingga hari pelaksanaan kurban, sehingga pembeli tidak perlu khawatir terhadap kondisi sapi yang telah dipesan.
“Di sini perawatannya masih tanggung kita sampai hari H kurban. Diberi makan, vitamin, pokoknya terjaga,” tuntasnya.



