REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), pedagang bendera musiman di Kota Banjarbaru mengeluhkan turunnya penjualan.
Memasuki awal Agustus 2026, omzet yang diperoleh disebut jauh lebih sepi dibandingkan dua tahun terakhir.

Seperti yang dirasakan Tantan, pedagang bendera asal Garut, Jawa Barat (Jabar), yang telah dua pekan berjualan atribut kemerdekaan di Banjarbaru.
“Tiap tahun memang jualan di Banjarbaru sini sejak 2023. Tapi tahun ini terasa sepi, beda dengan kemarin. Stok barang di rumah kontrakan juga masih banyak,” ujarnya, Kamis (6/8/26).
Menurutnya, pendapatan harian kini tidak menentu. Dalam kondisi terbaik, omzet hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari, bahkan beberapa hari terakhir hanya mencapai ratusan ribu rupiah.
“Sekarang tak tentu. Paling tinggi dapat Rp1 juta sampai Rp2 juta sehari. Kemarin saja cuma dapat Rp600 ribu. Kalau tahun lalu pada minggu-minggu awal Agustus seperti ini, penjualan sudah lumayan banyak,” ucapnya.
Tantan menyebut, dirinya menjual berbagai atribut kemerdekaan, mulai dari bendera merah putih ukuran kecil seharga Rp20 ribu hingga umbul-umbul ukuran besar yang dipatok Rp450 ribu.
Namun, setelah negosiasi, harga umbul-umbul besar biasanya dijual sekitar Rp300 ribu.
Ia menilai lesunya penjualan bukan karena harga barang, melainkan menurunnya daya beli masyarakat.
Selain itu, pesanan dari instansi Pemerintah maupun perusahaan yang biasanya turut mendongkrak penjualan hingga kini belum ada.
“Tahun-tahun lalu lumayan ada pesanan dari kantor-kantor. Kalau sekarang belum ada sama sekali,” katanya.
Ia berharap penjualan bisa meningkat mendekati 17 Agustus, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, warga Landasan Ulin, Siti Aminah mengaku, membeli bendera merah putih untuk dipasang dirumau karena bendera lamanya hilang.
“Bendera yang di rumah hilang, lupa menyimpan. Jadi sekalian beli di sini sewaktu turun dari taksi,” tutupnya.



