REDAKSI8.COM, KOTABARU – Sebanyak 134 program kerja berhasil dilaksanakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) selama menjalani pengabdian di Kabupaten Kotabaru.
Program yang menyasar berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, lingkungan hingga teknologi tepat guna tersebut dilaksanakan di Desa Gedambaan dan Desa Tirawan, Kecamatan Pulau Laut Sigam.

Hasil dan capaian program itu dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Ekspose KKN-PPM UGM yang digelar Pemerintah Kabupaten Kotabaru di Aula Bamega, Sekretariat Daerah Kotabaru, Sebelimbingan, Selasa (4/8/2026).
Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UGM atas kontribusi dan pengabdian yang diberikan kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN-PPM.
“Sebentar lagi masa kegiatan KKN-PPM di Kabupaten Kotabaru akan berakhir. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotabaru, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada adik-adik yang sudah melaksanakan KKN di Kabupaten Kotabaru,” kata Syairi.
Menurut dia, selama menjalani pengabdian, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi memberikan edukasi, sosialisasi serta pendampingan kepada masyarakat di sejumlah bidang, seperti pendidikan, kesehatan, teknologi dan ekonomi.
Pengalaman tersebut, kata Syairi, menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku perkuliahan ke dalam kondisi nyata di tengah masyarakat.
“Kegiatan KKN-PPM ini menjadi modal awal bagi adik-adik mahasiswa. Teori di kampus akan berbeda ketika terjun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Syairi mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN-PPM UGM dalam sejumlah kegiatan pemerintah daerah, termasuk ikut memeriahkan Festival Budaya Saijaan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat di desa yang menjadi lokasi pengabdian.
“Terima kasih kepada adik-adik KKN-PPM UGM atas dedikasi dan pengabdian selama 50 hari. Tentu ini memberi kesan bagi masyarakat setempat,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Unit Sagara Utara, Aryan Duta Ramadhana, dalam ekspose tersebut memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan mahasiswa selama berada di Kotabaru.
Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, teknologi tepat guna, pengembangan ekonomi dan UMKM, lingkungan, hingga pertanian.
Mahasiswa juga menggelar Sagara Festival sebagai salah satu program puncak selama pelaksanaan KKN-PPM.
Berdasarkan pemaparan tersebut, sebanyak 74 program kerja dilaksanakan di Desa Gedambaan, sementara 60 program lainnya dijalankan di Desa Tirawan.
Dengan demikian, total terdapat sekitar 134 program kerja yang direalisasikan selama masa pengabdian.
Melalui rapat koordinasi dan ekspose tersebut, hasil KKN-PPM diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian.
Program-program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat diharapkan dapat ditindaklanjuti serta dikembangkan pemerintah desa bersama perangkat daerah terkait sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.



