REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Dikabupaten Banjar, sekolah pondok pesantren atau non formal sangat banyak, kondisi sekolah negeri kurang diminati jadi salah satu penyebab minimnya peminat siswa ternyata bukan karena kurangnya promosi dari pihak sekolah.
Namun, faktornya ialah kultur masyarakat Kabupaten Banjar yang lebih memilih sekolah agama atau pondok pesantren daripada sekolah formal, hal ini yang ungkapkan oleh Kepala Desa Murung Kenanga, Hipzil Khair.

Hapzi menjelaskan, sekolah-sekolah tersebut menghadapi permasalahan yang sama, yakni kekurangan murid lantaran maraknya lembaga Pendidikan non formal berbasis agama, atau madrasah di Kabupaten Banjar, terlebih waktu bersekolahnya pagi.
“Sudah jadi rahasia umum, masyarakat Martapura memang terkenal religius, faktor inilah yang menyebabkan para orang tua lebih memilih memasukkan anak ke madrasah,” terangnya, Selasa (25/7/2023).
Ia juga mengatakan sekolah dasar tersebut hanya untuk tempat singgah bagi orang tua murid saat anaknya belum mencukupi umur serta tidak bisa membaca tulis untuk dapat masuk ke madrasah, setelah itu anak akan dipindahkan ke lembaga pendidikan nonformal.
“Waktu madrasah itu masuknya cuma sore, murid di sekolah formal masih bisa sampai 180 orang,” jelasnya.
Di tempat yang berbeda Ketua DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Rofiqi sempat mengkritik keras terkait minimnya siswa sekolah formal, namum ia tidak menampik atas kultur masyarakat Banjar tidak dapat dipaksa.
“Saya termasuk putra asli Kabupaten Banjar, memang secara kultur pendidikan agama di Kabupaten Banjar sangat kuat, namun hal itu yang membuat indek pembanguanan dan IPM di Kabupaten Banjar ini rendah. Masyarakat lebih memilih sekolah berbasis agama,” paparnya.
Rofiqi menjelaskan, dengan Indek Prestasi Masyarakat yang rendah mestinya membuka kesadaran orang tua agar menyekolahkan anaknya disekolah formal, sebab perkembangan kedepan pengetahuan dari sekolah formal akan sangat membantu.
“Pendidikan agama tetap penting, tetapi sebagai generasi penerus daerah mestinya pendidikan formal juga jangan ditinggal,” pungkasnya.



