REDAKSI8.COM – Sejarah mencatat, Martapura, Kabupaten Banjar adalah daerah pertama yang menyambut Nahdlatul Ulama (NU) di luar Jawa Timur. Dari “Kota Serambi Mekkah” inilah, NU menyebar ke seluruh wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kejayaan masa lalu tersebut, kiranya ingin diulang Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Muhammad HR yang kini giat dalam melakukan konsolidasi dan pengkaderan.
“Kita mulai dengan kader-kader muda,”ujar Ustadz Muhammad yang merupakan Mantan Ketua PC IPNU Kabupaten Banjar periode 2009–2011 ini.
Salah satu kegiatan pengkaderan yang digagas dan dimotori Ustadz jebolan Podok Pesantren Darussalam ini, adalah kajian dan diskusi yang digelar setiap Jumat siang. Yakni, dimulai dari pukul 14.00 Wita hingga selesai. Forum ini selalu menghadirkan tema baru di setiap pekannya.
Acara yang digelar setelah Shalat Jumat tersebut, sambung Ustadz Muhammad, dihadiri warga nahdliyin dan kader-kader muda NU.
“Tidak hanya dari Kabupaten Banjar, peserta kadang juga hadir dari wilayah lain,” ucap Cucu dari oratur ulung NU Banjar, KH Abdul Hamid Husin ini.
Diskusi bertema “Berdakwah dengan Tulisan; Urgensi, Strategi, dan Motivasi” yang menghadirkan para penulis muda pada Jumat (21/6/2019) kemarin, dihadiri kader-kader muda dari Banjarbaru, Banjarmasin, dan Kintap (Kabupaten Tanah Bumbu).
“Kintap itu berjarak sekitar 130 kilometer dari Martapura,” jelas Ustadz yang juga Alumni STAI Darussalam Martapura (sekarang; IAI Darussalam).
Dalam kajian kemarin, pihaknya menghadirkan penulis yang sudah memiliki karya tulis dan tersebar luas; Ustadz Anjas, Ustadz Abu Zein Fardany, Ustadz Shofian, dan Muhammad Bulkini.
Dengan kembali meramaikan pergerakan dakwah NU Banjar, Ustadz yang pernah mengikuti Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU ini berkeyakinan, kejayaan sejarah NU di Banjar bisa berulang.
“Agenda yang dinaungi Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar ini akan selalu menghadirkan tokoh-tokoh muda sebagai narasumber kajian dan diskusi untuk memotivasi kader-kader muda berkiprah di Nahdlatul Ulama,” beber Ustadz Muhammad.
Gairah kader muda NU Banjar yang mulai meningkat, disambut baik Ketua LDNU Banjar, Ustadz Muhammad Rofiq.
“Kita menyambut baik semangat kader-kader muda yang bangkit berjuang bersama NU,” kata Alumni Darull Lughah Wad Da’wah itu.
Sementara itu, kejayaan Nahdlatul Ulama di masa lampau tercatat dalam riwayat hidup Syekh Abdul Qadir Hasan. Sebagaimana yang dituturkan Katib NU Banjar, Guru Muhammad Husein, NU Martapura (Banjar) adalah NU pertama di luar Jawa Timur.
Para ulama Martapura banyak yang ikut berkecimpung di dalamnya. Baik mereka yang masuk kepengurusan (struktural) maupun hanya bersifat kultural.
Menariknya, Guru Tuha –julukan Syekh Abdul Qadir Hasan- saat itu masih berumur 35 tahun ketika mendirikan NU di Kalimantan Selatan.
Pendirian NU di Kalsel, menurut Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri, adalah buah dari petunjuk dari Syekh Kasyful Anwar. Beliaulah yang memerintahkan Guru Tuha untuk belajar ilmu bela diri dan politik pada KH Hasyim Asy’ari, Jombang.
Nama lainnya yang turut mengharumkan NU kala itu, adalah seorang oratur ulung bernama KH Abdul Hamid Husein atau Tuan Guru H Abdul Hamid Husin. Sayangnya, “Singa Podium” yang kerap mengajak Syekh Muhammad Zaini (Abah Guru Sekumpul) saat muda dalam berdakwah itu, wafat dalam usia yang masih sangat muda. Yakni di umur 38 tahun.
Sekarang, Ustadz Muhammad HR yang kini berada di kepengurusan PCNU Kabupaten Banjar adalah salah satu cucu ulama tersebut. Semoga saja, kejayaan NU di masa silam, kembali berulang.



