REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri terkait Pembahasan Langkah Kongkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2025 yang digelar secara virtual.
Pada rakor tersebut membahas pertumbuhan ekonomi daerah triwulan III, serta evaluasi dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam program 3 juta rumah.
Sekaligus sebagai forum evaluasi dan penguatan langkah kongkret Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalsel, Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mursyidah Aminy mengatakan, kondisi inflasi di Kalsel sampai saat ini masih terkendali.
Hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Di Kalimantan Selatan kondisi inflasi masih relatif terkendali. Pertumbuhan ekonomi kita juga berada diatas rata-rata nasional,” ujarnya, Selasa (11/11/25).
“Hal ini tidak terlepas dari berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Daerah, seperti pelaksanaan Pasar Murah oleh Dinas Perdagangan serta koordinasi lintas sektor lainnya,” sambungnya.
Sementara terkait dengan pertumbuhan ekonomi, Kalsel mencatat kinerja positif pada triwulan III, didukung aktivitas sektor perdagangan, indsutri pengolahan, dan pertambangan.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar momentum pemulihan ekonomi dapat terus berlanjut.
Di sisi lain, Pemprov Kalsel juga menegaskan, komitmennya dalam mendukung program nasional 3 juta rumah melalui penyediaan lahan, fasilitas regulasi, dan dukungan kebijakan untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pemprov Kalselsiap terus berkolaborasi bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Kota dalam memastikan program perumahan berjalan efektif, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan,” tuntasnya.



