REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kasus kematian karyawan barbershop yang ditemukan di Jalan Sukamara, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru akhirnya terungkap.
Berdasarkan hasil otopsi terhadap jasad pria yang berinisial AR (32) menunjukkan korban meninggal akibat gejala stroke, bukan karena tindak kekerasan.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim identifikasi bersama dokter forensik di RSUD Ulin Kota Banjarmasin.
Kapolsek Liang Anggang Kompol, Heru Setiawan melalui Kanit Reskrim Polsek Liang Anggang, Isman Riskadany menjelaskan, sejumlah temuan dari hasil pemeriksaan forensik terhadap tubuh korban.
“Yang pertama, luka di dahi dan pelipis diduga karena terbentur. Kemudian luka memar di kepala bagian belakang sampai dengan ubun-ubun juga diakibatkan karena adanya benturan,” ungkapnya saat diwawancarai.
Selain itu, tim dokter juga telah menemukan adanya indikasi korban sempat mengonsumsi cairan yang memicu iritasi pada saluran tenggorokan.
“Jantung korban juga mengalami penyempitan, dan dari hasil stimulasi rangkaian keseluruhan maka diduga memicu timbulnya gejala stroke,” sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, dugaan stroke diperkuat dengan ditemukannya pendarahan di sejumlah bagian otak, mulai dari bagian depan, belakang, hingga batang otak.
Temuan tersebut sekaligus meluruskan dugaan awal yang menyebut kematian korban berkaitan dengan kekerasan.
“Luka-luka yang ditemukan seperti di dahi korban itu bukan penyebab kematian, penyebab kematiannya adalah gejala stroke tadi yang mengakibatkan ada pembuluh darah di bagian kepala yang mengalami pendarahan,” jelasnya.
“Dari hasil analisis dokter pun menyimpulkan kematian korban disebabkan karena penyakit bukan karena adanya penyebab yang tidak wajar seperti adanya kekerasan oleh orang lain,” tutupnya.
Polisi juga memastikan identitas korban bernama Akhmad Arpiannor (32), karyawan barbershop yang beralamat sesuai KTP di Desa Harukung, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).



