REDAKSI8.COM – Guru Zuhdiannor sampaikan ceramah agama saat Tabligh Akbar di Mesjid Al-Jafri, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan kota Banjarbaru.
Kedatangan guru kharismatik yang akrap disapa Guru Zuhdi ini pun disambut langsung oleh Walikota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani, Wakil Walikota Banjarbaru H. Darmawan Jaya Setiawan, tuan rumah H Mansyur dan ribuan jamaah, Senin malam (14/01).
Dalam ceramahnya, Guru Zuhdi menyampaikan, kesukaan yang ada pada diri manusia secara umum suka menampilkan apa yang ada di dirinya. Maka lewat majelis ini Guru Zuhdi mengajak untuk memperbaiki rasa yang buruk pada diri dengan cara memasuki mesjid dan bersujud sebagaimana manusia tidak ada apa-apa.
“Wajah yang kita angkuhkan mari kita ratakan dengan kaki, bersujud, mari kita memasuki sebuah rasa bahwa aku adalah hamba yang tidak punya apa apa dan tidak pantas dapat apa-apa, bahkan tidak pantas dimuliakan dihormati diagungkan yang pantas adalah dihina karena hamba bukan apa apa, melainkan hanya Allah Subhanahuwataala,” ujar Guru Zuhdi.
“Jangan lagi mencari pujian, kehormatan dan segala bentuk apapun yang itu adalah kebesaran, maka kita bukanlah apa apa,” tambahnya.
Lewat sujud disetiap rakaatnya shalat merupakan upaya hamba untuk berserah kepada Allah SWT, bahwa manusia atau hamba bukanlah apa-apa, apapun jabatannya kekayaannya bukanlah apa-apa.
“Tidak usah minta pujian, tidak usah minta kehormatan, tidak usah minta diagungkan, karena kita hamba, tidak usah tersinggung karena kita adalah hamba, hampa pantas diapakan hamba pantas dihinakan, karena hamba adalah hamba,” jelas beliau.
Guru Zuhdi mengajak jemaah untuk selalu tawadhu dan rendah diri dengan datang ke Mesjid untuk bersujud, tahyatul mesjid, tempat manusia yang tidak memiliki apa-apa dan tidak pantas apa-apa.
“Dengan adanya mesjid, mari kesombongan kita lumpuhkan, keangkuhan kita musnahkan, untuk kembali kepada seorang hamba yang tiada daya dan upaya atas Allah Subhanahuwataala,” tegas guru Zuhdi.



