REDAKSI8.COM, BANJAR – Dunia pendidikan tengah menghadapi transformasi besar seiring pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Proses belajar yang sebelumnya hanya berlangsung di ruang kelas kini bergeser ke arah pembelajaran jarak jauh dan berbasis digital. Kondisi ini menuntut para pendidik, khususnya guru sekolah dasar (SD), untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, H. Said Idrus Al Habsyi, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SD tentang Pembelajaran Jarak Jauh dan Mendalam Tahun 2025, yang digelar di Ruang Hortensia, lantai 4 Hotel Roditha, Banjarbaru, Senin (22/9/2025) pagi.
Dalam sambutannya, Said Idrus menegaskan bahwa pendidikan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada hafalan. Menurutnya, paradigma baru yang harus dikedepankan adalah pembelajaran mendalam (Deep Learning), yang menekankan pada pemahaman konsep secara menyeluruh dan relevansinya dengan kehidupan nyata.
“Pendidikan saat ini mengutamakan pembelajaran mendalam, yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara utuh serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pembelajaran modern harus mengembangkan keterampilan 4C: berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), komunikatif (communication), dan kolaboratif (collaboration).
“Anak-anak kita tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, percaya diri, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tegasnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati menekankan bahwa peran guru kini semakin luas. Guru bukan hanya sekadar penyampai ilmu, tetapi juga berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus teladan bagi siswa.
“Melalui Bimtek ini, kami berharap para guru dapat menguasai berbagai platform digital yang menunjang pembelajaran jarak jauh, sekaligus mampu merancang kegiatan belajar yang lebih bermakna, interaktif, dan menyenangkan,” kata Said Idrus.
Menurutnya, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mampu memacu siswa untuk bereksplorasi, berdiskusi, serta melakukan refleksi, sehingga keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) dapat tumbuh dengan baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek akan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 343 guru SD dari seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kompetensi profesional guru, khususnya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran baik secara tatap muka maupun jarak jauh.
“Melalui Bimtek ini, guru diharapkan mampu menyusun perangkat ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Selain itu, mereka juga akan dibekali kemampuan menyusun asesmen yang mendukung penerapan pembelajaran mendalam,” terang Liana Penny.
Bimtek ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Dengan bekal kompetensi baru, para guru SD diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berkarakter.
“Jika guru semakin profesional, maka mutu pendidikan di Kabupaten Banjar akan meningkat. Ini akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan,” pungkas Liana Penny.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, H. Said Idrus Al Habsyi, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru Jenjang SD tentang Pembelajaran Jarak Jauh dan Mendalam Tahun 2025, yang digelar di Ruang Hortensia, lantai 4 Hotel Roditha, Banjarbaru, Senin (22/9/2025) pagi.
Dalam sambutannya, Said Idrus menegaskan bahwa pendidikan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada hafalan. Menurutnya, paradigma baru yang harus dikedepankan adalah pembelajaran mendalam (Deep Learning), yang menekankan pada pemahaman konsep secara menyeluruh dan relevansinya dengan kehidupan nyata.
“Pendidikan saat ini mengutamakan pembelajaran mendalam, yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara utuh serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pembelajaran modern harus mengembangkan keterampilan 4C: berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), komunikatif (communication), dan kolaboratif (collaboration).
“Anak-anak kita tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, percaya diri, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tegasnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati menekankan bahwa peran guru kini semakin luas. Guru bukan hanya sekadar penyampai ilmu, tetapi juga berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus teladan bagi siswa.
“Melalui Bimtek ini, kami berharap para guru dapat menguasai berbagai platform digital yang menunjang pembelajaran jarak jauh, sekaligus mampu merancang kegiatan belajar yang lebih bermakna, interaktif, dan menyenangkan,” kata Said Idrus.
Menurutnya, pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mampu memacu siswa untuk bereksplorasi, berdiskusi, serta melakukan refleksi, sehingga keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) dapat tumbuh dengan baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek akan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 343 guru SD dari seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kompetensi profesional guru, khususnya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran baik secara tatap muka maupun jarak jauh.
“Melalui Bimtek ini, guru diharapkan mampu menyusun perangkat ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Selain itu, mereka juga akan dibekali kemampuan menyusun asesmen yang mendukung penerapan pembelajaran mendalam,” terang Liana Penny.
Bimtek ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Dengan bekal kompetensi baru, para guru SD diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berkarakter.
“Jika guru semakin profesional, maka mutu pendidikan di Kabupaten Banjar akan meningkat. Ini akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan,” pungkas Liana Penny.



