Upaya peningkatan kualitas keluarga sambungnya menerangkan, dilakukan dengan pelaksanaan pembangunan keluarga, dengan berpedoman pada konsep ketahan keluarga dan kesejahteraan yang di dalamnya menyangkut landasan legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial psikologi, dan ketahanan sosial budaya yang tertuang dalam 24 (dua puluh empat) indikator.
Agar ketahanan dari sebuah keluarga dapat terukur dengan jelas, kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tentunya melalui Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota membuat suatu aplikasi web melaui pengisian kuisioner dari 24 indikator ketahanan keluarga tersebut yang harus diisi oleh setiap kepala keluarga di Kelurahan Sungai Tiung.

Dari hasil pengisian kuisioner tersebut tentunya sudah terpetakan dengan jelas beberapa faktor permasalahan ketahanan keluarga dan intervensi apa saja yang harus di lakukan oleh skpd terkait.
“Tentunya kami harap data yang sudah diperoleh oleh tim peningkatan kualitas keluarga Kota Banjarbaru melalui pengisian kuisioner tersebut dapat digunakan dan segera ditindaklanjuti oleh SKPD terkait,” harapnya.
Ofi (panggilan akrabnya) menginginkan, agar kiranya dari data-data yang sudah di dapatkan, seluruh tim peningkatan kualitas keluarga Kota Banjarbaru dan seluruh SKPD terkait dapat membuat rencana aksi untuk 2 (dua) tahun kedepan sesuai dengan rekapitulasi data terpadu kesejahteraan sosial.
Dimana urutan terendah setelah Kelurahan Sungai Tiung adalah Kelurahan Cempaka dan Kelurahan Guntung Manggis.
Untuk itu agar kiranya kepada seluruh SKPD dalam penyusunan anggaran dan rencana kerja diharapkan sudah dapat menentukan lokus kegiatan yang mana pada tahun anggaran 2022 kegiatan prioritas terkait peningkatan kualitas keluarga akan terfokus pada lokasi Kelurahan Cempaka dan pada tahun anggaran 2023 kegiatan lokus akan kita laksanakan di Kelurahan Guntung Manggis.
Kepada tim pendamping kami ucapkan terimakasih. Semoga untuk selanjutnya dapat lebih ditingkatkan dan diupayakan agar yang mengisi kuisioner adalah seluruh jumlah KK yang ada di kelurahan lokus. Supaya data benar benar dapat 100% dan memudahkan untuk rekan-rekan SKPD untuk melakukan tindak lanjut,” Ia menukas
Ia meminta, setiap kegiatan yang dilakukan dapat segera di laporkan secara langsung kepada atasan atau kepala SKPD untuk dilakukan tindak lanjut sesuai tupoksi masing-masing.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah kegiatan seremoni dalam mengejar sebuah penghargaan saja, namun kegiatan ini benar-benar dapat memetakan segala faktor permasalahan di akar atau ujung tombak masyarakat yaitu di lingkungan keluarga,” pungkasnya.
Giat itu juga dihadiri Kepala Dinas Dalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru Hj Mahrina Noor, dan SKPD terkait serta peserta rapat koordinasi. Kegiatan ini mengikuti prokes sehingga sebagian peserta mengikutinya secara daring.



