REDAKSI8.COM – PT Air Minum Intan Banjar melakukan suplesi air bersih menggunakan mobil tangki secara bergiliran untuk daerah yang masih belum optimal penyalurannya agar air bersih bisa didapat oleh warga.
Sampai saat ini masih ada beberapa daerah yang suplai air bersihnya kurang lancar. Dengan menggunakan mobil tangki tersebut air bersih disalurkan.

Suplai air bersih dulunya dengan mendatangi rumah rumah warga, dan saat ini tidak dilakukan lagi karena pembagian air bersih itu tidak bisa merata dengan bermacam kendala, akhirnya tidak bisa mencakup keseluruhan lokasi tempat tinggal warga.
Seperti yang disampaikan oleh koordinator keuangan koperasi Karyawan Tirta Lestari PDAM Intan Banjar Siska Mardianti bahwa sebelumnya dilakukan suplai air bersih secara gratis oleh koperasi dan dibayar oleh PDAM Intan Banjar (Saat ini menjadi PT AM Intan Banjar).
“Dulu kita suplai secara gratis melalui koperasi dan langsung diberikan kepada warga dengan menyiapkan tempat, dan PT AM Intan Banjar yang membayar air tersebut melalui dana sosial perusahaan,” ungkapnya didampingi humas PT AM Intan Banjar Ermina Zainah, Selasa (22/3/2022).
Ia menjelaskan bahwa penyaluran air bersih tersebut menggunakan mobil tangki ke daerah daerah yang supali airnya tidak lancar, salah satunya adalah Komplek Fadillah 5 Desa Simpang Empat Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.
“Namun dari tahun 2022 ini sekitar 3 bulan kami lakukan tarif berbayar. Pelanggan yang menerima suplai air tersebut membayar sesuai dengan pemakaian kilometer pelanggan, karena penyaluran air bersih lewat suntikan tersebut,” katanya.
Siska melanjutkan, dulu emang gratis, tetap saat ini pihaknya menggunakan sistem suntik di jalur yang mengalami gangguan. Sehingga penyaluran air bersih tersebut dapat merata ke semua pelanggan.
“Beda dari cara sebelumnya. Kami yang berjalan ke rumah pelanggan satu persatu, sehingga suplai air bisa tidak merata hingga ke rumah para pelanggan,” ujarnya
Adapun untuk penyalurannya dilakukan dalam 2 hari sekali, dan di tiap daerah tersebut sudah ada yang mengkoordinir untuk memberitahu kepada warga bahwa suplai air dilakukan.
“Jadi saat dilakukannya penyuntikan ke pipa maka masing masing warga membuka kran untuk mengisi tempat air di rumah mereka masing masing,” tuturnya



