REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pemulihan Rehabilitasi Korban Narkoba (YPR Kobra) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Family Support Group (FSG) dan Camping Kebersamaan di Padang Panjang Karang Intan, Kabupaten Banjar, Minggu (9/11/25).
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu, turut diikuti oleh keluarga para residen, masyarakat dan sejumlah instansi terkait lainnya.
Tujuannya untuk memperkuat kembali kedekatan emosional antara mantan residen dengan keluarga, serta memberikan edukasi tentang bahaya dan dampak hukum penyalahgunaan narkoba.
Sehingga pendekatan yang terfokus pada komunikasi, kepercayaan, dan dukungan sangat penting.
“Kami juga memberikan edukasi agar mereka memahami pentingnya dukungan keluarga dalam mencegah kekambuhan,” ucap Ketua YPR Kobra Kalsel, Ardian Noverdi Pratama.
Katanya, FSG merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau satu tahun dia kali.
Dimana pada kegiatan itu para residen juga mengikuti pelatihan vokasional melalui pembuatan olahan amplang sebagai bentuk keterampilan dalam melatih kemandirian.
Hal tersebut dilakukan supaya para mantan residen mampu beradaptasi kembali ditengah masyarakat.
“Vokasional ini membantu mereka kembali ke masyarakat dengan status sosial yang baru, agar sadar pentingnya berbuat baik dan berkontribusi positif,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan FSG tersebut dapat tercipta hubungan yang lebih harmonis antara keluarga, residen dan masyarakat.
“Sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari narkoba,” tergasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua residen menyampaikan apresiasinya kepada LKS YPR Kobra yang mendukung penuh proses rehabilitasi.
“Program seperti ini sangat membantu anak-anak kami, membangun kembali rasa percaya diri,” katanya.
Namun, Ia menekankan, pentingnya pendekatan secara spiritual terhadap para residen dalam proses pemulihan.
Dengan harapan mereka bisa diterima di lingkungan sosialnya dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu.
“Yang paling penting, mereka semakin dekat dengan Tuhan Yang Maha Kuasa agar memiliki kekuatan untuk tetap berada di jalan yang benar,” tutupnya.



