REDAKSI8.COM, BANJAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski program tersebut tengah menjadi sorotan dan menjalani proses evaluasi, DPRD menilai manfaatnya masih sangat dirasakan masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora, saat menerima aksi damai yang digelar aliansi Sahabat Anti Kecurangan Bersatu (Sakutu) di halaman Gedung DPRD Kabupaten Banjar, Kamis (18/6/2026).


Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan dukungan agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan akibat adanya berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya.
“Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pimpinan DPRD sebagai atensi dan catatan penting. Harapan masyarakat agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan akan kami teruskan dan perjuangkan,” ujar Irwan di hadapan peserta aksi.
Ia menegaskan, DPRD Banjar tidak hanya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut di tingkat daerah, tetapi juga berkomitmen menyampaikannya hingga ke pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menurut Irwan, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan penyediaan makanan bagi anak-anak dan masyarakat sasaran. Program ini telah memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Banjar.
Berdasarkan kondisi di lapangan, banyak warga yang masih sangat bergantung pada program tersebut untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain itu, keberadaan program ini juga menjadi penggerak roda perekonomian daerah.
“Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semua sektor bergerak dan berdampak positif, mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan hingga perkebunan,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG telah membuka peluang ekonomi bagi berbagai kalangan. Petani mendapatkan pasar untuk hasil pertaniannya, pelaku usaha kecil memperoleh tambahan pendapatan, dan berbagai sektor pendukung lainnya ikut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi yang tercipta.
Belakangan ini, Program Makan Bergizi Gratis menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah persoalan di lapangan serta adanya proses hukum yang melibatkan internal Badan Gizi Nasional (BGN).
Menanggapi kondisi tersebut, Irwan menyatakan DPRD Banjar mendukung sepenuhnya langkah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Namun, evaluasi tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Kita mendukung adanya evaluasi. Mungkin ada mekanisme atau SOP yang perlu diperbaiki karena ini merupakan badan yang masih baru,” ujarnya.
Ia menilai, sebagai lembaga yang baru dibentuk, Badan Gizi Nasional masih membutuhkan penyempurnaan dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola, mekanisme distribusi hingga pengawasan di lapangan.
Karena itu, evaluasi harus diarahkan untuk memperbaiki sistem dan menutup berbagai celah kekurangan yang ada, sehingga pelaksanaan program ke depan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Jangan sampai evaluasi yang dilakukan justru menghentikan program yang sangat dibutuhkan masyarakat bawah,” tegasnya.
Sementara itu, jalannya aksi damai mendapat apresiasi dari pihak kepolisian. Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, mengatakan pihaknya menerjunkan lebih dari 200 personel guna memastikan keamanan dan kelancaran penyampaian aspirasi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih karena penyampaian aspirasi hari ini berjalan aman, tertib, dan komunikatif,” ujar Fadli.
Ia berharap aksi damai tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum secara santun, tertib, dan tetap menjaga situasi keamanan serta ketertiban.
Pemkab Banjar Tampung Masukan Masyarakat
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, menyatakan pihaknya akan menampung seluruh masukan yang disampaikan oleh massa Sakutu sebagai bahan evaluasi dan perbaikan program ke depan.
“Apa yang disampaikan sahabat-sahabat kita hari ini tentu menjadi masukan dan bahan evaluasi untuk perbaikan kedepan,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dengan pengelolaan yang semakin baik, transparan, dan akuntabel. Selain berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi ribuan tenaga kerja serta pelaku usaha lokal yang selama ini terlibat dalam rantai pelaksanaannya.
Dengan berbagai manfaat yang telah dirasakan masyarakat, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Banjar sepakat bahwa perbaikan tata kelola perlu terus dilakukan. Namun, keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis tetap harus menjadi prioritas demi menjaga pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.



