REDAKSI8.COM, BALANGAN – Sektor peternakan kambing di Kabupaten Balangan mulai menunjukkan potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Melihat peluang tersebut, DPRD Kabupaten Balangan mendorong agar pengembangan peternakan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi program pembinaan yang berkelanjutan.
Dukungan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Balangan, Supianor, saat meninjau langsung Kontes Kambing se-Banua Enam yang digelar di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Selasa (15/9/2026).
Supianor mengapresiasi pelaksanaan kontes yang mempertemukan para peternak dari berbagai daerah tersebut. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan kualitas ternak, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memacu semangat masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi. Ini adalah bentuk kemajuan di bidang peternakan, khususnya perkambingan di wilayah kita di Kabupaten Balangan, wabilkhusus di Desa Sumber Rejeki,” ujar Supianor.
Politisi PPP tersebut melihat tingginya antusiasme peserta dan masyarakat sebagai indikator bahwa peternakan kambing memiliki pasar dan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
Tak hanya dari sisi peternakan, aktivitas selama kontes juga dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Perputaran transaksi, kedatangan peserta dari berbagai daerah, hingga keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi gambaran bahwa kegiatan berbasis peternakan dapat memberikan efek ekonomi yang lebih luas.
Karena itu, Supianor berharap usaha ternak kambing ke depan tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerjaan sampingan masyarakat.
Ia ingin peternakan mampu berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan yang dapat menopang kesejahteraan keluarga peternak.
“Mudah-mudahan ke depannya ini menjadi penopang ekonomi masyarakat dan memperlancar jalannya peternakan di Balangan. Tujuannya agar nantinya masyarakat makin terpacu untuk beternak, demi peningkatan ekonomi dengan inovasi-inovasi yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Besarnya animo peserta dalam Kontes Kambing se-Banua Enam turut memunculkan aspirasi agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
Supianor menyebut, apabila kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih besar untuk membangun ekosistem peternakan, mulai dari pembinaan peternak, peningkatan kualitas bibit, pengembangan inovasi, hingga perluasan pemasaran.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan juga penting untuk menjaga motivasi para peternak agar terus meningkatkan kualitas ternaknya.
DPRD Balangan pun membuka peluang untuk mendorong agar kontes maupun kegiatan pengembangan peternakan serupa dapat masuk dalam agenda pemerintah daerah.
Namun, dukungan tersebut tetap harus disesuaikan dengan ketentuan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.
Supianor menegaskan DPRD Balangan siap memperjuangkan dukungan terhadap kegiatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk sektor peternakan.
Meski demikian, pihaknya terlebih dahulu akan melihat regulasi serta perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam menangani sektor tersebut.
“Kami akan berupaya memperjuangkan, tetapi kami akan melihat aturan yang mana untuk bisa mendukung dan membantu mendanai. Apakah nanti melalui Dinas Pertanian yang membidangi sektor peternakannya, atau melalui bantuan jenis Kesra. Nanti akan kami coba koordinasikan dulu,” jelasnya.
Menurutnya, pembahasan mengenai dukungan anggaran harus dilakukan secara cermat agar program yang dijalankan memiliki dasar hukum dan mekanisme yang jelas.
Selain dukungan pemerintah daerah, keterlibatan pihak swasta melalui sponsor maupun lembaga terkait juga dinilai penting. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang pembinaan sekaligus membuat kegiatan peternakan di Balangan semakin berkembang.
Dengan potensi peserta, antusiasme masyarakat, dan dampak ekonomi yang mulai terlihat, Kontes Kambing se-Banua Enam di Desa Sumber Rejeki menjadi momentum untuk mendorong peternakan kambing Balangan naik kelas.
DPRD berharap geliat tersebut dapat terus berlanjut, sehingga peternakan bukan sekadar aktivitas usaha masyarakat, tetapi berkembang menjadi sektor ekonomi yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan peternak di Bumi Sanggam.
Dukungan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Balangan, Supianor, saat meninjau langsung Kontes Kambing se-Banua Enam yang digelar di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Selasa (15/9/2026).
Supianor mengapresiasi pelaksanaan kontes yang mempertemukan para peternak dari berbagai daerah tersebut. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan kualitas ternak, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memacu semangat masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi. Ini adalah bentuk kemajuan di bidang peternakan, khususnya perkambingan di wilayah kita di Kabupaten Balangan, wabilkhusus di Desa Sumber Rejeki,” ujar Supianor.
Politisi PPP tersebut melihat tingginya antusiasme peserta dan masyarakat sebagai indikator bahwa peternakan kambing memiliki pasar dan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
Tak hanya dari sisi peternakan, aktivitas selama kontes juga dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Perputaran transaksi, kedatangan peserta dari berbagai daerah, hingga keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi gambaran bahwa kegiatan berbasis peternakan dapat memberikan efek ekonomi yang lebih luas.
Karena itu, Supianor berharap usaha ternak kambing ke depan tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerjaan sampingan masyarakat.
Ia ingin peternakan mampu berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan yang dapat menopang kesejahteraan keluarga peternak.
“Mudah-mudahan ke depannya ini menjadi penopang ekonomi masyarakat dan memperlancar jalannya peternakan di Balangan. Tujuannya agar nantinya masyarakat makin terpacu untuk beternak, demi peningkatan ekonomi dengan inovasi-inovasi yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Besarnya animo peserta dalam Kontes Kambing se-Banua Enam turut memunculkan aspirasi agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
Supianor menyebut, apabila kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih besar untuk membangun ekosistem peternakan, mulai dari pembinaan peternak, peningkatan kualitas bibit, pengembangan inovasi, hingga perluasan pemasaran.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan juga penting untuk menjaga motivasi para peternak agar terus meningkatkan kualitas ternaknya.
DPRD Balangan pun membuka peluang untuk mendorong agar kontes maupun kegiatan pengembangan peternakan serupa dapat masuk dalam agenda pemerintah daerah.
Namun, dukungan tersebut tetap harus disesuaikan dengan ketentuan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.
Supianor menegaskan DPRD Balangan siap memperjuangkan dukungan terhadap kegiatan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk sektor peternakan.
Meski demikian, pihaknya terlebih dahulu akan melihat regulasi serta perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam menangani sektor tersebut.
“Kami akan berupaya memperjuangkan, tetapi kami akan melihat aturan yang mana untuk bisa mendukung dan membantu mendanai. Apakah nanti melalui Dinas Pertanian yang membidangi sektor peternakannya, atau melalui bantuan jenis Kesra. Nanti akan kami coba koordinasikan dulu,” jelasnya.
Menurutnya, pembahasan mengenai dukungan anggaran harus dilakukan secara cermat agar program yang dijalankan memiliki dasar hukum dan mekanisme yang jelas.
Selain dukungan pemerintah daerah, keterlibatan pihak swasta melalui sponsor maupun lembaga terkait juga dinilai penting. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang pembinaan sekaligus membuat kegiatan peternakan di Balangan semakin berkembang.
Dengan potensi peserta, antusiasme masyarakat, dan dampak ekonomi yang mulai terlihat, Kontes Kambing se-Banua Enam di Desa Sumber Rejeki menjadi momentum untuk mendorong peternakan kambing Balangan naik kelas.
DPRD berharap geliat tersebut dapat terus berlanjut, sehingga peternakan bukan sekadar aktivitas usaha masyarakat, tetapi berkembang menjadi sektor ekonomi yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan peternak di Bumi Sanggam.
