REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya pengurangan risiko bencana, khususnya kebakaran, kembali diperkuat Pemerintah Kabupaten Banjar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar secara resmi melaunching inovasi Aksi Pencegahan Aktif Responsif Berdayakan Masyarakat Antisipasi Kebakaran (APAR BAMARA) di Desa Cindai Alus, Martapura, Kamis (4/9/2025).
Program inovatif ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang rentan. Launching ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong peran serta masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan kebakaran.
Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap inovasi APAR BAMARA. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting karena mereka adalah pihak pertama yang berhadapan langsung dengan potensi kebakaran.
“Dengan adanya APAR BAMARA, kami berharap masyarakat lebih memahami perannya. Masyarakat bukan hanya objek perlindungan, melainkan juga subjek utama dalam pencegahan kebakaran. Partisipasi aktif mereka akan mengurangi risiko kebakaran, menjaga lingkungan tetap aman, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Agus menambahkan, keberhasilan inovasi ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah, aparat desa, kader masyarakat, hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci dalam mewujudkan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan tangguh bencana.
Sementara itu, Kabid Pencegahan DPKP Banjar, Gusti Yudhi, menjelaskan bahwa APAR BAMARA lahir dari keprihatinan terhadap tingginya kasus kebakaran di wilayah Banjar, yang sebagian besar terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.
“Banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami langkah pencegahan sederhana, seperti cara menggunakan APAR, pentingnya jalur evakuasi, dan manajemen risiko. Dengan program ini, kita ingin masyarakat tidak hanya siap saat bencana terjadi, tapi juga mampu mencegah sejak dini,” jelasnya.
Lebih jauh, Gusti Yudhi menekankan bahwa edukasi dan simulasi lapangan akan menjadi bagian integral dari inovasi ini. Masyarakat diajak mengenali potensi bahaya, memahami manajemen risiko serta register risiko, sehingga pencegahan dapat dilakukan lebih terukur dan sistematis.
Kegiatan launching APAR BAMARA ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Cindai Alus, Munahar, bersama perangkat desa, kader Posyandu, mahasiswa KKN Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menjadi bukti bahwa inovasi pencegahan kebakaran tidak hanya milik DPKP, tetapi gerakan bersama lintas sektor.
Munahar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, Desa Cindai Alus sebagai lokasi launching akan berupaya menjadi contoh desa tangguh bencana, khususnya dalam aspek pencegahan kebakaran.
“Kami menyambut baik inovasi APAR BAMARA. Harapan kami, masyarakat Desa Cindai Alus bisa menjadi teladan dalam kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, sehingga risiko kebakaran dapat ditekan sekecil mungkin,” ungkapnya.
Melalui APAR BAMARA, DPKP Banjar menargetkan terciptanya lingkungan permukiman yang aman dari risiko kebakaran, masyarakat yang teredukasi dengan baik, serta terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat siaga kebakaran di setiap desa.
Program ini tidak berhenti pada launching, melainkan akan berlanjut dengan serangkaian kegiatan pendampingan, simulasi, pelatihan penggunaan APAR, hingga pembentukan relawan siaga api.
Dengan langkah preventif yang terstruktur dan berbasis masyarakat ini, diharapkan angka kebakaran di Kabupaten Banjar dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari itu, keberadaan APAR BAMARA juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya tahan, dan berbudaya aman.
Program inovatif ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang rentan. Launching ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong peran serta masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan kebakaran.
Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadap inovasi APAR BAMARA. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting karena mereka adalah pihak pertama yang berhadapan langsung dengan potensi kebakaran.
“Dengan adanya APAR BAMARA, kami berharap masyarakat lebih memahami perannya. Masyarakat bukan hanya objek perlindungan, melainkan juga subjek utama dalam pencegahan kebakaran. Partisipasi aktif mereka akan mengurangi risiko kebakaran, menjaga lingkungan tetap aman, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Agus menambahkan, keberhasilan inovasi ini akan bergantung pada sinergi antara pemerintah, aparat desa, kader masyarakat, hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci dalam mewujudkan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan tangguh bencana.
Sementara itu, Kabid Pencegahan DPKP Banjar, Gusti Yudhi, menjelaskan bahwa APAR BAMARA lahir dari keprihatinan terhadap tingginya kasus kebakaran di wilayah Banjar, yang sebagian besar terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.
“Banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami langkah pencegahan sederhana, seperti cara menggunakan APAR, pentingnya jalur evakuasi, dan manajemen risiko. Dengan program ini, kita ingin masyarakat tidak hanya siap saat bencana terjadi, tapi juga mampu mencegah sejak dini,” jelasnya.
Lebih jauh, Gusti Yudhi menekankan bahwa edukasi dan simulasi lapangan akan menjadi bagian integral dari inovasi ini. Masyarakat diajak mengenali potensi bahaya, memahami manajemen risiko serta register risiko, sehingga pencegahan dapat dilakukan lebih terukur dan sistematis.
Kegiatan launching APAR BAMARA ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Cindai Alus, Munahar, bersama perangkat desa, kader Posyandu, mahasiswa KKN Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menjadi bukti bahwa inovasi pencegahan kebakaran tidak hanya milik DPKP, tetapi gerakan bersama lintas sektor.
Munahar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, Desa Cindai Alus sebagai lokasi launching akan berupaya menjadi contoh desa tangguh bencana, khususnya dalam aspek pencegahan kebakaran.
“Kami menyambut baik inovasi APAR BAMARA. Harapan kami, masyarakat Desa Cindai Alus bisa menjadi teladan dalam kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, sehingga risiko kebakaran dapat ditekan sekecil mungkin,” ungkapnya.
Melalui APAR BAMARA, DPKP Banjar menargetkan terciptanya lingkungan permukiman yang aman dari risiko kebakaran, masyarakat yang teredukasi dengan baik, serta terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat siaga kebakaran di setiap desa.
Program ini tidak berhenti pada launching, melainkan akan berlanjut dengan serangkaian kegiatan pendampingan, simulasi, pelatihan penggunaan APAR, hingga pembentukan relawan siaga api.
Dengan langkah preventif yang terstruktur dan berbasis masyarakat ini, diharapkan angka kebakaran di Kabupaten Banjar dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari itu, keberadaan APAR BAMARA juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya tahan, dan berbudaya aman.



