REDAKSI8.COM, THAILAND – Kiprah akademisi Indonesia kembali mendapat perhatian di panggung internasional. Dosen Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung, Rahmad Purnama, M.Si., tampil sebagai presenter dalam seminar internasional bergengsi yang digelar Mahidol University di Salaya, Thailand, Selasa (12/05/2026).
Forum ilmiah yang berlangsung di Faculty of Social Sciences and Humanities tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas isu-isu global terkini, mulai dari kesehatan mental, pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga tantangan lingkungan di era modern.

Dalam kesempatan itu, Rahmad Purnama mempresentasikan hasil riset berjudul The Role of Environmental Risk Perception as a Mediator in the Relationship Between Eco-Anxiety and Pro-Environmental Decisions Among Gen Z in Lampung.
Penelitian tersebut menyoroti fenomena eco-anxiety atau kecemasan ekologis yang kini semakin banyak dialami generasi muda akibat ancaman perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga kekhawatiran terhadap masa depan bumi.
Menurut Rahmad, Generasi Z menjadi kelompok yang paling rentan mengalami tekanan psikologis terkait isu lingkungan karena tingginya intensitas mereka mengakses informasi digital mengenai krisis iklim dan kerusakan alam.
“Generasi Z memiliki kesadaran tinggi terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan. Namun, paparan informasi yang terus-menerus juga memicu kecemasan ekologis yang cukup kuat,” ungkapnya dalam sesi presentasi.
Menariknya, penelitian tersebut menemukan bahwa eco-anxiety tidak selalu berdampak negatif. Dalam kondisi tertentu, rasa cemas terhadap lingkungan justru mampu menjadi dorongan psikologis yang memotivasi individu untuk mengambil keputusan yang lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Rahmad menjelaskan, individu yang memiliki tingkat kecemasan lingkungan lebih tinggi cenderung mempunyai persepsi risiko lingkungan yang lebih kuat. Persepsi inilah yang kemudian mendorong munculnya perilaku pro-lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Eco-anxiety dapat menjadi energi positif apabila diiringi kesadaran dan pemahaman terhadap risiko lingkungan. Dari situlah muncul tindakan nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa persepsi risiko lingkungan berperan penting sebagai mediator antara kecemasan ekologis dan keputusan pro-lingkungan. Artinya, rasa cemas saja tidak cukup untuk mendorong tindakan, tetapi harus melalui proses pemahaman dan penilaian terhadap ancaman lingkungan yang dirasakan individu.
Kajian ilmiah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan psikologi lingkungan, khususnya terkait hubungan antara respons emosional, persepsi risiko, dan perilaku ekologis generasi muda.
Selain itu, hasil penelitian ini juga dinilai relevan sebagai rujukan dalam penyusunan program edukasi lingkungan dan penguatan kesadaran ekologis masyarakat di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim global.
Partisipasi Rahmad Purnama di forum akademik internasional ini menjadi bukti komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di tingkat dunia.
Keikutsertaan dosen dalam forum global diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi internasional, memperkuat reputasi institusi, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi Islam Indonesia terhadap isu-isu strategis global.
Melalui riset-riset inovatif yang relevan dengan tantangan zaman, UIN Raden Intan Lampung terus menunjukkan eksistensinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pengembangan keilmuan Islam, tetapi juga aktif menjawab persoalan dunia modern melalui pendekatan akademik dan penelitian ilmiah.



