REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan di Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, baru-baru tadi dilatih mengambil dan mengolah data daerah penangkapan ikan laut oleh para dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Sabtu (2/9/2023) siang.
Melalui program Dosen Wajib Mengabdi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ULM, para nelayan dilatih mengambil data lokasi daerah yang kaya akan sumber daya perikanan dan kelautan, wilayah itu kerap dikenal dengan wilayah upwelling.

Kemudian, data yang sudah diperoleh itu akan diinput ke dalam sebuah aplikasi untuk diolah menjadi sebuah peta 3 dimensi.
Ketua tim pelaksana Dosen Wajib Mengabdi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ULM, Dr. Muhammad Syahdan, S.Pi, M.Si menjelaskan, program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di salah satu ruangan kampus FPK, ULM Banjarbaru itu merupakan tindak lanjut dari pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kelautan, yang diterapkan dalam aktifitas penangkapan ikan oleh nelayan.
Disana (kampus FPK ULM<-red) para nelayan katanya dilatih bagaimana cara memperoleh data wilayah upwelling di perairan laut.
Lalu, mereka pun diajarkan mengoprasikan aplikasi pengolahan data kelautan, dan mengolah datanya hingga menghasilkan sebuah peta 3 dimensi wilayah upwelling yang dimaksud.
“Dengan peta 3 dimensi peta lebih mudah diterjemahkan. Tampilannya pun lebih interaktif dan menarik,” imbuhnya kepada pewarta melalui keterangan tertulis.

Tujuan pelatihan itu lanjut Syahdan, supaya para nelayan memahami tentang pentingnya daerah upwelling sebagai daerah yang potensial untuk menangkap ikan.
Ditambah, para nelayan terampil menghasilkan sebuah peta wilayah upwelling menjadi format 3 dimensi, serta menghasilkan peta dalam format video.
“Hasil akhirnya peta bisa ditampilkan dalam format video sehingga petanya bisa dilihat dari berbagai sisi,”
Giat yang dijuduli Pelatihan Pembuatan Peta 3 Dimensi Kawasan Upwelling Selat Makassar bagi Nelayan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, diprakarsai oleh 2 dosen dan didampingi 2 orang mahasiswa kelautan.
Diantaranya Dr. Muhammad Syahdan, S.Pi, M.Si, sebagai Ketua Pelaksana sekaligus dosen setempat.
Selanjutnya Hamdani, S.Pi, M.Si selaku Anggota tim pelaksana kegiatan, yang juga dosen di kampus yang dijuluki kampus biru FPK ULM.
Terakhir, pendamping kegiatan di lapangan dari mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Aida Sukmahati dan Oktoviandi.
Sekedar informasi, istilah Upwelling sangat familiar di kalangan studi ilmu kelautan.
Secara keilmuan, Upwelling terjadi akibat pergerakan massa air bersuhu dingin dan kaya nutrisi dari kedalaman laut naik menuju ke permukaan laut.
Dampaknya, membawa nutrisi yang berkonsentrasi tinggi seperti nitrat dan fosfat. Sehingga, perairan yang kaya nutrisi itu menjadi pendorong bagi pertumbuhan plankton dan ganggang mikroskopis.
Kelimpahan jumlah ganggang-ganggang mikroskopis di area lautan itu nantinya akan membentuk dasar bagi jaring makanan pada ekosistem disana.
Alhasil, terjadi peningkatan populasi biota-biota lautan di perairan tersebut.
Bisanya daerah penangkapan ikan dengan produktivitas tinggi ditemukan di daerah-daerah tempat upwelling terjadi.



