REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Antisipasi potensi bencana di musim pancaroba atau masa peralihan musim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru memangkas sejumlah dahan pohon yang menjuntai ke arah raya.
Hal tersebut tentu saja dinilai dapat berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas, khususnya di Jalan Ahmad Yani.
Adapun kriteria pohon yang akan ditebang ujar Kepala Dinas DLH Kota Banjarbaru, Sirajoni, pohon tua, batang pohon miring ke arah jalan, batang keropos dan memiliki akar yang sudah lapuk.
“Tanggung jawab kami untuk penebangan itu ada di lahan aset Pemko, kalau yang dirumah masyarakat itu tanggungjawab mereka,” katanya kepada pewarta, Kamis (2/11/23).
Kadis LH menjelaskan, apabila berdasarkan rekomendasi ditemukan pohon yang sudah memenuhi kriteria ditebang dari Dinas LH, masyarakat diperbolehkan mengeksekusi sendiri, jika ingin cepat.
Dengan catatan Ia menegaskan, sudah sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh pihak Lingkungan Hidup Banjarbaru.
“Tapi memang karena permintaan masyarakat untuk menebang banyak, ya mau nggak mau harus bergiliran,” bebernya.
“Disamping itu juga ada pohon-pohon yang harus kita pertahankan,” tambahnya.
Ia mengaku, saat ini sebenarnya DLH belum memiliki fasilitas untuk melaksanakan giat tersebut.
Tapi Sirajoni berjanji akan membeli mobil skylift, supaya dapat digunakan untuk memudahkan pelaksanaan operasi pangkas dahan pohon.
“Meskipun tidak ada peralatan yang memadai dengan sumber daya, staf dan pelaksana saya, sudah kita laksanakan juga kaya pemangkasan dan pemotongan,” terangnya.
“Sebelum pemeliharaan dan pemangkasan terhadap pohon, tugas itu merupakan tugas dari Dinas Perkim, yang kemudian diserahkan ke DLH,” sambungnya.
Sementara itu, Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menerangkan, kegiatan pemangkasan dahan berfungsi supaya pohon tidak terlalu berat menerima beban angin ketika hujan badai terjadi di Kota Banjarbaru.
Namun, Ia tetap meminta masyarakat selalu waspada, terlebih jika terdapat pohon yang cukup besar di sekitar permukimannya.
“Dinas terkait terutama Perkim dan DLH rutin melaksanakan pemantauan, termasuk dalam hal pemeliharaan juga,” imbaunya.



