REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya memastikan penyaluran pupuk bersubsidi Tahun 2026 berjalan lebih tepat sasaran, efektif, dan transparan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPH) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penginputan e-RDKK Tahun 2026, bertempat di Aula Distan Banjar, Selasa (7/10/2025).
Rakor ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pendataan dan distribusi pupuk bersubsidi, antara lain Kepala Bidang Penyuluhan, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kabupaten Banjar, Mantri Tani, serta petugas entry data RDKK.
Kehadiran mereka menandai langkah awal penting dalam proses perencanaan kebutuhan pupuk untuk petani di tahun mendatang.
Dalam paparannya, Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan, Nurul Chatimah, menyampaikan hasil evaluasi serapan pupuk bersubsidi selama periode 2021 hingga 2025.
Evaluasi ini mencakup ketersediaan dan penyerapan dua jenis pupuk utama, yakni NPK dan Urea, yang menjadi kebutuhan vital petani di lapangan.
Nurul menjelaskan bahwa pelaksanaan e-RDKK menjadi kunci utama dalam menentukan data kebutuhan pupuk bersubsidi secara akurat dan terverifikasi.
“Melalui sistem e-RDKK, kita bisa memastikan data penerima benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Proses ini penting agar distribusi pupuk bersubsidi tidak salah sasaran,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam rakor ini seluruh peserta mendapatkan penjelasan teknis terkait tahapan penginputan data e-RDKK Tahun 2026, mulai dari validasi kelompok tani, identifikasi lahan, hingga pengusulan kebutuhan pupuk per komoditas.
“Kami berharap serapan pupuk bersubsidi dapat meningkat signifikan di akhir 2025, sehingga perencanaan tahun 2026 bisa lebih matang dan efisien,” tambahnya.
Rakor juga diisi dengan pertemuan virtual bersama perwakilan Direktorat Pupuk Kementerian Pertanian RI, Yustina, yang memberikan pemahaman lebih dalam terkait kebijakan dan arah program pupuk bersubsidi nasional.
Dalam pemaparannya, Yustina menegaskan bahwa program pupuk bersubsidi bukan sekadar bentuk bantuan pemerintah, tetapi merupakan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pupuk bersubsidi memiliki peran vital. Program ini membantu petani tetap produktif, menjaga kestabilan harga hasil pertanian, serta mendukung keberlanjutan pangan di tingkat nasional,” ujarnya.
Yustina juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keakuratan data penerima manfaat, karena kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pendataan dan penyaluran pupuk bersubsidi yang berbasis data digital dan akurat.
Rakor e-RDKK 2026 diharapkan mampu menjadi landasan penting dalam menciptakan tata kelola pupuk yang lebih efisien, transparan, dan berpihak kepada petani.
Dengan perencanaan yang lebih matang dan koordinasi lintas sektor yang kuat, Kabupaten Banjar menargetkan agar seluruh petani penerima pupuk bersubsidi di tahun 2026 dapat benar-benar merasakan manfaatnya secara merata.
Waspadai Dampak Kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Pantau Keramba Jala Apung di Mali-Mali dan Sungai Arfat
REDAKSI8.COM, BANJAR - Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas budidaya ikan...



