REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian (Distan) mulai mematangkan persiapan penilaian kelas kemampuan kelompok tani tahun 2026.
Kegiatan yang digelar Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM di Aula Distan Banjar, Rabu (7/10/2026), menjadi bagian dari upaya memetakan perkembangan kelembagaan kelompok tani sekaligus menentukan pola pendampingan yang lebih tepat.
Penilaian tidak sekadar menempatkan kelompok tani dalam kategori Pemula, Lanjut, Madya atau Utama. Lebih dari itu, hasil penilaian diharapkan mampu menggambarkan kapasitas, kemandirian, produktivitas, serta kebutuhan pengembangan masing-masing kelompok.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menegaskan peran penyuluh sangat penting dalam proses tersebut. Ia meminta para penyuluh tidak hanya mendampingi kelompok tani saat penilaian, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa kegiatan tersebut bukanlah pemeriksaan untuk mencari kekurangan.
Menurutnya, penilaian harus dipandang sebagai proses pembelajaran untuk mengetahui potensi, kekuatan, kelemahan, sekaligus kebutuhan kelompok tani agar pembinaan yang diberikan benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
“Penilaian ini bukan untuk mencari kekurangan kelompok, tetapi menjadi bagian dari pelatihan untuk melihat potensi, kekuatan, kelemahan dan kebutuhan pengembangan kelompok tani ke depan,” ujar Warsita.
Ia juga meminta seluruh jajaran yang terlibat mempersiapkan berbagai kebutuhan secara matang. Mulai dari data kelompok tani, instrumen penilaian, jadwal pelaksanaan, pembagian tugas, koordinasi antara penyuluh dan kelompok tani, hingga mekanisme verifikasi hasil penilaian.
Warsita berharap proses tersebut menghasilkan data yang objektif dan dapat menjadi pijakan dalam menentukan arah pembinaan kelompok tani di Kabupaten Banjar.
“Mampu menjadi kelembagaan petani yang kuat, mandiri, produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hasil penilaian harus menjadi gambaran nyata kondisi kelompok tani sekaligus dasar bagi kita dalam menentukan pola pelatihan yang tepat,” tegasnya.
Ia menilai kebutuhan pendampingan setiap kelompok tentu berbeda. Kelompok yang masih berada pada kelas Pemula membutuhkan penguatan dasar kelembagaan dan kapasitas, sementara kelompok yang telah mencapai kelas Lanjut, Madya maupun Utama memerlukan strategi pengembangan yang lebih sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Begitu pula kelompok yang menunjukkan perkembangan dan berpeluang naik kelas perlu mendapat penguatan agar mampu mempertahankan kinerja sekaligus meningkatkan kemandirian.
Dengan demikian, penilaian kelas kelompok tani diharapkan tidak berhenti pada hasil klasifikasi, tetapi berlanjut menjadi dasar penyusunan program pendampingan, pelatihan dan pengembangan kapasitas petani secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM drh Akbar Susanto, Ketua Tim Kerja Kabupaten Banjar Sigit Triyanto, Koordinator Penyuluh, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Banjar serta Kelompok Jabatan Fungsional (KJF).
Distan Banjar Perkuat Kelompok Tani, Penilaian 2026 Disiapkan Jadi Dasar Pendampingan








