REDAKSI8.COM, PALANGKA RAYA — Viral, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalimantan Tengah (Kalteng) Muhammad Reza Prabowo memutuskan untuk tidak meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah meski kabut asap makin pekat.
Pihaknya memilih opsi penyesuaian jam belajar dengan memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WIB.


Keputusan tersebut disampaikan Kadisdik Kalteng dalam rapat koordinasi secara daring bersama para pemangku kepentingan pendidikan yang viral tersebar di jejaring sosial 24 jam belakangan.
Menurutnya, meliburkan sekolah akan membawa dampak berantai terhadap aktivitas ekonomi sekolah hingga pengawasan anak.
“Ketika sekolah diliburkan, berdampak pada dapur MBG (Makan Bergizi Gratis<-red), kantin-kantin mati,” ujarnya dalam rekaman layar rapat tersebut.
Selain alasan ekonomi kantin dan program makan gratis, faktor perilaku siswa saat libur juga menjadi pertimbangan.
Kadisdik khawatir jika sekolah diliburkan, para siswa justru tidak berada di rumah melainkan berkeliaran di luar.
“Belum lagi dampak ketika anak-anak dipulangkan. Mereka yang harusnya di rumah, mereka ke kafe-kafe, buat keributan, buat masalah. Nanti kita pusing,” begitu dia berpendapat.
Sebagai jalan tengah, Dinas Pendidikan Kalteng menerbitkan surat edaran terkait penyesuaian jam belajar.
Selain memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00, durasi setiap jam pelajaran dipersingkat menjadi 30 menit per jam pelajaran guna mengurangi paparan kabut asap pada siswa.



