REDAKSI8.COM, PALANGKARAYA — Pasca potongan videonya viral di jejaring sosial, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Reza Prabowo membantah tuduhan yang menyebut pihak dinas lebih mengutamakan keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ketimbang keselamatan siswa di tengah bahaya kabut asap.
Tuduhan tersebut dinilai muncul akibat persepsi publik yang terpengaruh oleh potongan video rapat internal yang beredar di media sosial tanpa menampilkan konteks pembicaraan secara utuh.


Kadisdik Reza mengklarifikasi forum diskusi yang berlangsung dalam durasi cukup panjang tersebut sebenarnya mengkaji banyak variabel secara komprehensif.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program MBG, agenda rapat difokuskan pada pemantauan kondisi kabut asap, penyerapan aspirasi masyarakat, hingga penyusunan berbagai skenario KBM, termasuk opsi penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Penjelasan tersebut disampaikan guna mencegah kesalahpahaman publik yang terpicu oleh potongan video berdurasi pendek.
“Saya berharap kita jangan menerima informasi sepotong-sepotong,” ujar Reza baru-baru tadi.
Reza menegaskan, narasi yang beredar di media sosial telah memotong alur diskusi yang sebenarnya masih berjalan dinamis.
Pihaknya membantah keras tuduhan yang menyudutkan dinas terkait prioritas keselamatan anak didik.
“Memang potongan video di mana rapatnya itu lama sekali. Kita juga mendengarkan aspirasi dan itu belum akhir dari rapat itu. Tidak benar kalau Bapak lebih mengutamakan MBG. Tentu, tentu. Kita harus mengutamakan keselamatan,” ucapnya.
Bagi Reza, perumusan kebijakan di tengah fluktuasi cuaca ekstrem membutuhkan kehati-hatian serta pertimbangan yang matang.
“Kemarin itu kita lihat tiba-tiba kabutnya hilang, terus nanti ada kabut lagi. Nah, ini yang harus kita dalam membuat suatu kebijakan harus penuh dengan perhitungan seperti itu,” tandasnya.



