REDAKSI8.COM, BANJAR — Kualitas udara di wilayah Kalimantan Selatan yang kian memburuk akibat paparan kabut asap tebal mendorong aksi tanggap perlindungan kesehatan masyarakat di tingkat pedesaan.
Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan 26 yang tergabung dalam Kelompok A dan B meluncurkan program edukasi bertajuk BINA (Bebas ISPA, Nafas Aman) di Desa Dalam Pagar baru-baru tadi.


Pendekatan pencegahan itu dirancang secara inklusif dengan menyasar seluruh agregat komunitas desa, mulai dari kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan anak-anak, hingga kelompok usia dewasa serta remaja.
Di bawah bimbingan Dosen Akademik Ns. Yulia Yunara dan Pembimbing Lahan dari Puskesmas Martapura Timur Ns. Hermawan Junaidi, intervensi tersebut difokuskan pada pemahaman risiko bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mengintai warga di tengah pekatnya kabut asap.
Materi penyuluhan menekankan langkah penanganan mandiri dan mitigasi risiko harian.
Masyarakat diingatkan untuk membiasakan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan pemukiman, serta tanggap merespons gejala awal gangguan pernapasan.
Edukasi tersebut diharapkan mampu mendorong tingkat kewaspadaan mandiri warga sehingga ancaman penularan atau pemburukan kondisi paru-paru dapat ditekan serendah mungkin.
Salah satu perwakilan mahasiswa yang menjadi penanggung jawab kegiatan itu Ahza Anaqi Zulkarnaen menekankan, perubahan perilaku sederhana di tingkat keluarga menjadi kunci utama menghadapi dampak buruk penurunan kualitas udara.
“Kami berharap melalui penyuluhan kesehatan ini, masyarakat Desa Dalam Pagar dapat lebih waspada dan mampu menjaga kondisi kesehatannya di tengah kabut asap yang terjadi saat ini,” begitu harapan dia.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah sederhana untuk mencegah ISPA,” sarannya. Aksi lapangan yang dilaksanakan oleh Muhammad Akbar, Adelia Nur Azizah, Ahza Anaqi Zulkarnaen, Anna Jami’atul Jannah, Aqila Lutfia Afifah, Citra Hafiz Mahardika, Indah Yulianti, Linda Oktavia Hartanti, Nabillah Nur Hafizah, Rismayanti, Rita, dan Toni Wenda ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara calon tenaga medis dan komunitas lokal.



