Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan perangkat desa, serta disambut antusias oleh para ibu hamil yang hadir.
Camat Aluh Aluh, Aditya Yudi Dharma, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan kampanye TTD merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah pusat. Tujuannya jelas, yaitu mencegah anemia pada ibu hamil yang hingga kini masih menjadi faktor risiko utama terjadinya komplikasi persalinan, bahkan kematian ibu dan bayi.
“Pemerintah sangat serius menekan angka kematian ibu dan bayi. Salah satunya dengan memastikan ibu hamil rutin mengonsumsi tablet tambah darah agar terhindar dari anemia. Ini langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar bagi keselamatan ibu dan janin,” ungkap Aditya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Banjar, dr. Widya Wiri Utami, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Banjar, menjelaskan secara rinci tentang bahaya anemia selama kehamilan.
“Anemia pada ibu hamil tidak hanya membuat ibu mudah lemas atau pusing, tetapi juga bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat rendah, hingga meningkatkan risiko kematian saat melahirkan,” jelas dr. Widya.
Dalam kegiatan ini, para ibu hamil diberikan penjelasan langsung oleh tenaga kesehatan mengenai cara menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah kewajiban untuk mengonsumsi tablet tambah darah minimal satu tablet per minggu sepanjang kehamilan.
Selain penyuluhan, ibu hamil yang hadir juga menerima paket tablet tambah darah serta panduan gizi seimbang. Petugas kesehatan turut memberikan simulasi sederhana untuk mengenali gejala anemia sejak dini, seperti rasa cepat lelah, wajah pucat, dan pusing berkepanjangan.
Kampanye TTD ini disambut hangat oleh masyarakat Aluh Aluh. Para ibu hamil mengaku lebih memahami pentingnya menjaga kadar hemoglobin (Hb) selama kehamilan. Salah satu peserta, Aluh, berbagi pengalamannya setelah mengikuti kampanye ini.
“Dulu ulun pikir pusing itu hal biasa saat hamil. Tapi setelah dijelaskan petugas kesehatan, ternyata itu bisa karena anemia. Jadi sekarang ulun tahu kenapa harus minum obat tambah darah,” ujarnya dengan nada lega.
Cerita tersebut menjadi gambaran bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah mampu mengubah pola pikir masyarakat, sekaligus mendorong perubahan perilaku positif di kalangan ibu hamil.
Dinkes Kabupaten Banjar menegaskan bahwa kampanye TTD tidak hanya dilaksanakan di Aluh Aluh, tetapi juga akan digelar secara bertahap di berbagai kecamatan. Tujuannya agar semua ibu hamil di Kabupaten Banjar mendapatkan akses yang sama terhadap edukasi dan suplemen kesehatan.
Dengan langkah nyata ini, pemerintah daerah berharap dapat menurunkan angka anemia pada ibu hamil, sekaligus mendukung program percepatan penurunan stunting yang menjadi prioritas nasional.
“Kami berkomitmen terus memperluas jangkauan program ini. Dengan kolaborasi pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat, kita bisa melahirkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas,” tutup dr. Widya.



