REDAKSI8.COM, KALTENG – Guna memperkaya wawasan serta mendorong inovasi di bidang perbenihan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui UPTD Balai Benih Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan berlangsung di Balai Pengembangan Produksi Benih TPH Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (20/11/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan kaji tiru atau studi banding untuk mempelajari sistem pengembangan, produksi, dan pengelolaan benih tanaman pangan dan hortikultura yang telah dikembangkan di Kalteng. Fokus utama yaitu peningkatan kapasitas SDM serta penguatan teknologi perbenihan yang dapat diadaptasi di Kabupaten Banjar.
Tim Distan Banjar diterima oleh Kepala Seksi Goalter Zoko dan Ani Sumiati, yang mewakili Kepala Balai Pengembangan Produksi Benih TPH Provinsi Kalimantan Tengah, Isnawati.
Perwakilan Distan Banjar, Jumiadi, menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk menggali pengetahuan dan praktik terbaik terkait budidaya berbasis laboratorium. Ia menjelaskan, laboratorium Balai Benih Distan Banjar saat ini sedang memprioritaskan pengembangan komoditas unggulan berupa pisang kepok serta bunga anggrek.
“Kami datang untuk belajar langsung teknik dan inovasi yang sudah diterapkan di sini, terutama terkait kultur jaringan dan perbanyakan tanaman unggulan,” ujar Jumiadi.
Usai sesi pemaparan, rombongan diarahkan menuju area laboratorium dan screen house untuk melihat lebih dekat fasilitas serta proses produksi benih. Goalter Zoko dan Ani Sumiati memberikan penjelasan detail mengenai tahapan kegiatan kultur jaringan, termasuk teknik pembelahan untuk perbanyakan pisang kepok tanduk, komoditas yang kini cukup diminati di Kalimantan Tengah.
Ani Sumiati menambahkan bahwa hasil tanaman kultur jaringan dari laboratorium mereka baru-baru ini telah memperoleh sertifikat mutu. Hal ini menjadi bukti bahwa benih yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.
“Laboratorium ini juga menjadi pusat edukasi bagi pelajar hingga mahasiswa. Banyak peserta magang datang untuk mempelajari teknik kultur jaringan, terutama perbanyakan pisang,” jelasnya.
fungsi edukatif tersebut menunjukkan komitmen balai tidak hanya dalam menghasilkan benih berkualitas, melainkan juga dalam mencetak generasi muda yang memahami ilmu perbenihan modern.
Melalui kegiatan kaji tiru ini, Distan Banjar berharap dapat mengadopsi teknologi dan metode yang relevan untuk meningkatkan kapasitas produksi benih unggul di daerah. Inovasi yang diperoleh diharapkan menjadi langkah strategis mendorong ketahanan pangan dan pengembangan hortikultura di Kabupaten Banjar.
38 Personel Satpol PP Banjar Resmi Dibaret, Tempaan Mental dan Disiplin untuk Wujudkan Aparatur Profesional
REDAKSI8.COM, BANJAR – Sebanyak 38 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar resmi mengikuti prosesi pembaretan di kawasan...



