REDAKSI8.COM – Dandim Martapura 1006/ Mtp Letkol Arm Siswo mengunjungi desa tanggap dan tangguh Covid -19 Virus Corona di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Sesuai kebijakan Pemerintah Bupati Banjar melalui gugus tugas Covid -19 menginstruksikan untuk membuat relawan tanggap Covid-19, tingkat Kecamatan dan tingkat desa untuk memutus mata rantai serta memperketat pengawasan ODP di desa melalui Rt dan Rw serta Kepala desa.

Saat memantau lokasi, Dandim Martapura mengatakan, salah satu tugas unsur aparat di desa dan relawan ini adalah membangun pos jaga untuk memantau keluar masuknya orang dari desa.
“Mereka harus didata siapa yang masuk siapa yang keluar, dan itu nanti di pos relawan yang melakukan pendataan,” tambahhya
Di Kecamatan Gambut dua desa sudah membentuk desa tanggap covid -19 di antaranya desa Gambut dan desa Banyu hirang dan diketua langsung Kepala desa didukung Puskesmas, Babinsa dan Babinkamtibmas, serta para relawan dan warga.

Siswo menjelaskan, dibentuk desa tanggap tangguh dan pos relawan mempunyai tujuan penjagaan berlaku untuk semua orang yang keluar masuk desa, mulai dari warga setempat hingga warga yang baru pulang ke desa.
Ditekankan kepada petugas desa tanggap Covid – 19, diharapkan apabila ada warga yang termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP), relawan harus segera melapor pada petugas kesehatan setempat. sesuai tugas dan fungsi di wilayah tingkat desa dan Rt / Rw diselesaikan.
“Jangan sampai nanti ada yang dia potensi terdampak korona tiba-tiba masuk ini harus melakukan mendata dan memeriksa, laporkan tegas Dandim.
Kepala desa Banyu Hirang, Muhammad menyampaikan saat ini satuan tugas dan relawan covid -19 tingkat di desanya sudah terbentuk beberapa komponen dukungan personil TNI dan Polri serta masyarakat, relawan.
Dana desa tersedia namun belum cukup memenuhi kebutuhan satgas, selain membeli cairan desinfektan ketersediaan alat pelindung diri kami tidak mempunyai seperti masker, swadaya akan kami berdayakan melalui forum rapat Rt dan Rw, karena warga kami lebih dari 500 orang, takut jua eh,”Ungkapnya
Upaya penyemprotan desinfektan dan menyediakan tempat cuci tangan bagi warga desa. Relawan juga bertugas mendata warga desa yang rentan terjangkit seperti lansia, balita dan warga yang terkena penyakit menahun sudah dilakukan.
Kami pemerintah desa juga tidak boleh memberi izin untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Pengawalan juga dilakukan oleh relawan jika terdapat warga yang harus melakukan karantina mandiri.



