REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Minggu ketiga bulan November 2025, harga cabai japlak, cabai merah besar, maupun cabai keriting di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru cenderung mulai naik.
Ditambah menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta moment 5 rajab harga cabai makin pedas.
“Ini mulai ada kenaikan untuk semua jenis cabai, karena pasokan sudah mulai tipis banar, ngga kaya kemarin, panen raya nya sudah lewat,” ucap salah satu pedagang cabai, Halim, Jum’at (21/11/25).
Ia menyebutkan, sekarang harga cabai japlak sudah mencapai Rp50 ribu sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.
Cabai keriting Rp50 ribu, sekarang Rp70 ribu per kilogram, dan cabai tiung Rp60 ribu yang sebelumnya Rp45 ribu per kilogramnya.
Kemudian, cabai merah besar Rp70, sebelumnya Rp35 per kilogram per kilogram.
“Sekitar satu minggu ini sudah mulai merangkak naik,” ujarnya.
Menurutnya, harga cabai akan terus alami kenaikan.
Faktor cuaca juga menjadi salah satu penyebabnya karena mengakibatkan tertundanya jadwal panen sehingga pasokan berkurang.
“Itu pasti, pasti tambah naik lagi nanti harganya. Sekarang aja stoknya sudah sangat sedikit sekali. Jadi barangnya sedikit permintaannya banyak,” jelasnya.
Ditambah katanya saat ini para pedagang tidak bisa mengambil stok dari Jawa karena harganya yang juga sudah mahal.
“Ngga bisa ngambil dari Jawa karena mahal juga, jadi belum sampai kesini,” katanya.
Kondisi tersebut juga diperparah dengan kualitas hasil panen para petani yang tidak bagus, seperti terkena hama dan cacar pada buah cabai.
“Karena musim hujannya masih tinggi, ya semua cabai kualitasnya tidak sebagus kemarin, jadi banyak yang rusak,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pembeli warga Kota Banjarbaru, Ucok membenarkan adanya lonjakan harga pada komoditas cabai.
“Cabai keriting naik, biasanya Rp6 ribu seperempat, sekarang Rp8 ribu,” tutupnya.
Demikian, langkah Pemerintah diharapkan dapat menekan fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelaskan akhir tahun.



