“Kita bisa mencoba untuk melihat apakah pohon kayu putih cocok ditanam dilahan gambut, kalo cocok kita bisa lanjutkan untuk diperbanyak, supaya desa kita punya tambahan komoditas untuk mengangkat ekonomi di desa,” harapannya.
Sementara itu Bendahara Desa Teluk Haur Masadi menyampaikan ucapan terima kasihnya secara pribadi kepada tenaga teknis fasilitator DMPG. Karena menurutnya, para tenaga teknis telah memfasilitasi bibit pohon kayu putih untuk desanya hingga dapat ditanam.


“Semoga penanaman bibit ini membawa dampak positif untuk masyarakat desa, khususnya di lingkungan kita,” harap Masadi.
Sedangkan ujar Sekretaris Desa Teluk Haur Muhammad Rahman, bibit pohon kayu putih yang datang seperti bibit pohon galam. Lantaran saat Ia pertama melihat bentuknya cukup mirip, ditambah ciri daunnya bisa menimbulkan aroma jika dihancurkan.
“Pertama kali melihat (bibit pohon kayu putih<–red) kami kira ini bibit pohon galam karena mirip, ternyata bibit pohon kayu putih,” ungkap Rahman.
Sebagai Pemerintah Desa Rahman menukas, akan berupaya maksimal untuk menjaga lingkungan desa Teluk Haur dari resiko kebakaran dan pencemaran lingkungan.
“Apabila memungkinkan kegiatan seperti ini akan kami lakukan secara rutin. Tidak terbatas hanya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia saja,” pungkasnya.



