Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, hadir secara langsung didampingi ulama asal Lawang, Malang, Habib Ibrahim bin Muhammad Ba’bud, yang turut meresmikan musala tersebut. Kehadiran tokoh agama karismatik itu menambah kekhidmatan acara, sekaligus menjadi teladan bagi para santri dan jamaah yang hadir.
Peresmian musala putri disambut antusias oleh keluarga besar pesantren, terutama santriwati yang kini memiliki fasilitas ibadah lebih representatif. Bangunan musala yang berdiri kokoh dengan arsitektur sederhana namun indah ini diharapkan menjadi pusat pembinaan akhlak sekaligus memperkuat tradisi ibadah para santriwati.
Bupati Saidi Mansyur menegaskan bahwa pembangunan sarana ibadah di lingkungan pendidikan pesantren adalah langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang unggul, baik dari sisi spiritual maupun intelektual.
“Fasilitas yang layak dan nyaman akan memperkuat konsentrasi serta kekhusyukan dalam beribadah dan menuntut ilmu. Keberadaan musala ini bukan sekadar bangunan, melainkan amal jariyah yang nilainya tidak terhingga,” ujar Saidi.
Setelah peresmian musala, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan 153 santriwan dan santriwati tingkat aliyah sebagai alumni Ponpes Al-Mursyidul Amin angkatan ke-31. Pengukuhan dipimpin langsung oleh Pimpinan Ponpes, Tuan Guru Muhammad Rasyid Ridha, didampingi Bupati Banjar dan Habib Ibrahim.
Momen tersebut menjadi titik awal perjalanan baru bagi para alumni yang akan kembali ke masyarakat. Dengan penuh kebanggaan, Bupati Saidi memberikan pesan khusus kepada para santri yang baru saja menyelesaikan pendidikan mereka.
“Kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Ilmu yang diperoleh di pondok harus menjadi bekal untuk berkontribusi positif di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Teruslah belajar, berinovasi, dan berkolaborasi demi kemajuan bersama,” pesan Saidi.
Bupati juga menyampaikan harapannya agar Ponpes Al-Mursyidul Amin terus konsisten melahirkan generasi unggul, berakhlak mulia, dan mampu membawa manfaat bagi umat. Ia menilai pondok pesantren memiliki peran vital dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat ketahanan moral masyarakat.
Sementara itu, Habib Ibrahim bin Muhammad Ba’bud dalam kesempatan yang sama mengajak para santri untuk menjaga tradisi ilmu yang diwariskan ulama terdahulu. Ia menekankan pentingnya mengamalkan ilmu dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
“Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Para santri harus menjaga akhlak, karena akhlak mulia adalah cermin dari keberkahan ilmu yang dipelajari,” ungkap Habib Ibrahim.
Kehadiran Tokoh dan Suasana Kekeluargaan
Acara peresmian dan pengukuhan ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus pondok, tokoh agama, wali alumni, perangkat desa, hingga sejumlah undangan dari berbagai kalangan. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan penuh masyarakat terhadap keberadaan Ponpes Al-Mursyidul Amin sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang terus berkembang.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para habaib dan ulama, memohon keberkahan atas musala yang baru diresmikan serta kelulusan para santri. Haru dan rasa syukur tampak jelas dari wajah para orang tua dan santri yang ikut serta dalam momen bersejarah tersebut.
Dengan adanya musala putri baru serta lahirnya 153 alumni angkatan ke-31, Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin diharapkan semakin kuat dalam mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.



